BERAU TERKINI – Tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup mulai menyisir sejumlah titik pantau di Kabupaten Berau, Selasa (3/11/2026).
Penilaian ini menjadi momentum bagi Bumi Batiwakkal untuk kembali meraih penghargaan Adipura setelah terakhir kali mendapatkannya pada 2018.
Selama empat hari, mulai 3-6 November 2026, tim penilai dijadwalkan mengunjungi puluhan titik pantau.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, hingga keberadaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari mengatakan, tim penilai telah memulai kunjungan pada sejumlah lokasi sejak hari pertama.
Salah satu titik yang menjadi objek penilaian adalah Pasar Sanggam Adji Dilayas.
“Kalau dilihat dari agendanya, ada sekitar empat hari tim penilai berada di Berau. Hari pertama ada beberapa titik pantau yang didatangi, termasuk Pasar Sanggam Adji Dilayas,” ungkapnya.
Zulkifli mengaku cukup optimistis dengan sejumlah objek yang menjadi penilaian.
Menurutnya, kondisi ruang terbuka hijau yang bersih dan aktif, pasar yang relatif terjaga kebersihannya, serta pengelolaan sampah yang berjalan menjadi modal positif bagi Berau.
Meski demikian, dia berharap seluruh titik pantau lainnya juga mampu menunjukkan kondisi terbaiknya.
Sebab, hasil penilaian tidak hanya ditentukan satu atau dua lokasi, tetapi juga menggambarkan komitmen daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara menyeluruh.
“Kami berharap titik-titik pantau lainnya juga bisa mendukung dan mendongkrak nilai Berau dalam penilaian Adipura ini,” harapnya. (*)
