BERAU TERKINI – Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta pelayanan pasien BPJS diperbaiki.

Presiden Prabowo menggelar rapat bersama Menkeu Suahasil Nazara, Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.

Dalam rapat itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap Presiden Prabowo ingin perbaikan dalam pelayanan BPJS di rumah sakit.

Presiden Prabowo juga berpesan agar rumah sakit tidak membeda-bedakan pelayanan antara pasien BPJS dan non-BPJS.

“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

“Antreannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik. Kalau misalnya ada pasiennya bisa dilayani lebih baik lagi,” ujarnya.

Antrean pendaftaran pasien di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb (Zuhrie/BT)
Antrean pendaftaran pasien di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb (Zuhrie/BT)

“Dan semua rumah sakit rumah sakit yang ada tidak membedakan pasien BPJS dan bukan BPJS,” tambahnya.

Sementara itu, Menkeu Suhasil Nazara berharap keikutsertaan masyarakat serta keaktifan dalam membayar iuran BPJS bisa ditingkatkan.

Dia menyebut, BPJS merupakan program asuransi kesehatan nasional dengan jumlah peserta terbesar di dunia.

“Kami juga menyampaikan kepersertaan di jaminan kesehatan nasional ini saat ini sangat melindungi masyarakat kita dari resiko kesehatan,” kata Suahasil Nazara.

“Jumlah pesertanya sekarang sudah mencapai 285 juta jiwa dengan tingkat aktif 80,6 persen, dan kita menginginkan seluruh masyarakat aktif iuran,” ucapnya.

Adapun Dirut BPJS Prihati Pujowaskito menyampaikan akan melakukan perbaikan dalam pelayanan BPJS.

Pihaknya menyampaikan akan melakukan evaluasi pendataan kepersertaan BPJS untuk perbaikan pelayanan.

“Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kita akan geser ke value based,” kata Prihati Pujowaskito.

“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” jelasnya.