BERAU TERKINI – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, mengapresiasi pelaksanaan lomba kuliner tradisional yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau.

Menurut Syarifatul, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner lokal yang menjadi identitas daerah.

Syarifatul mengatakan, kuliner khas Berau, seperti ancur paddas dan puncak rasul, memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu terus dijaga keberadaannya.

Karena itu, ia mendukung upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau yang secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan untuk mengenalkan warisan kuliner daerah kepada masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari budaya lokal yang harus terus dilestarikan. Saya sangat mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang terus menggelar kegiatan seperti ini,” ujarnya pada Berauterkini, Rabu (23/9/2026).

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, hadir di lomba kuliner tradisional dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau, Rabu (23/9/2026).
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, hadir di lomba kuliner tradisional dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau, Rabu (23/9/2026).

Syarifatul berharap promosi kuliner khas Berau tidak berhenti pada ajang perlombaan semata.

Namun juga dapat menjadi bagian dari sajian yang rutin hadir dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun penyambutan tamu daerah.

Menurutnya, penyajian kuliner lokal dalam berbagai acara resmi dapat menjadi sarana efektif memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada masyarakat luas.

“Harapannya bukan sekadar dilombakan, tapi bisa menjadi menu yang selalu hadir di acara pemerintah daerah. Walaupun dalam kemasan kecil, setidaknya masyarakat dan tamu yang datang selalu ingat Berau memiliki kuliner khas yang unik,” katanya.

Syarifatul menambahkan, sektor pariwisata tidak hanya tentang destinasi wisata, tetapi juga mencakup kekayaan kuliner dan budaya yang dimiliki daerah. 

Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkenalkan dan menggunakan produk kuliner lokal dalam berbagai kesempatan.

“Wisata itu bukan cuman destinasi, tetapi juga makanan dan minuman khas daerah,” tandasnya. (*)