BERAU TERKINI – Aktivitas penembakan ikan menggunakan speargun di kawasan penyelaman dan zona konservasi Pulau Maratua memicu reaksi keras dari komunitas penyelam Berau.

Praktik tersebut dinilai melanggar etika konservasi serta mengancam keberlanjutan ekosistem laut yang dilindungi.

Ketua Komunitas Berau Divers, Fitriani Murasaki, mengecam keras tindakan eksploitasi berlebih di wilayah yang seharusnya steril dari aktivitas penangkapan ikan. 

Menurutnya, berburu ikan dengan alat tersebut saat melakukan scuba diving di titik selam pariwisata sangat tidak dibenarkan karena merusak ekosistem dan membahayakan keselamatan penyelam.

Tangkapan Layar 2026 09 19 pukul 12.07.17

“Kami mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab menjaga kelestarian ekosistem laut. Sebagai penikmat laut, kami marah jika laut kami dirusak dan dieksploitasi secara berlebihan, apalagi di daerah konservasi dan dive site yang jelas-jelas dilindungi,” ungkap Fitri.

Fitri mendesak para pelaku usaha pariwisata di Berau untuk lebih peduli, aktif mengawasi, serta mengedukasi wisatawan mengenai aturan konservasi agar kelestarian alam tetap terjaga demi kepentingan bersama.

“Edukasi wisatawan tentang aturan konservasi dan bersama-sama jangan melakukan aktivitas yang mengancam ekosistem. Jika laut rusak dan wisatawan tidak mau datang lagi, pelaku usaha sendiri yang akan merugi,” lanjutnya.

Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantoso, menyatakan akan segera mengambil langkah tegas. 

Pihaknya akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memperketat aktivitas wisata bahari di perairan Pulau Maratua.

“Nanti akan kita buatkan semacam SOP terkait hal ini. Mana yang boleh dan mana yang dilarang, berikut sanksi jika ada pelanggaran,” terangnya.

Yudha menegaskan, penyusunan aturan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan industri pariwisata.

“Semua hal ini berorientasi pada konservasi atau keberlanjutan wisata,” bebernya. (*)