BERAU TERKINI – Kondisi kemarau panjang yang membuat sejumlah sungai surut menjadi tantangan dalam pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan.
Pasalnya, sungai merupakan jalur utama pengiriman BBM dalam kondisi normal.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran distribusi BBM di Kabupaten Berau.
“Barusan saya cek tidak ada kendala baru. Masih efek dari kendala yang sebelumnya,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian mekanisme penyaluran dengan jalur distribusi yang tersedia.
Penyesuaian itu dilakukan agar distribusi BBM tetap dapat berjalan meski sejumlah alur sungai mengalami penyusutan debit air.
“Pada prinsipnya karena faktor alam sungai yang mengering, kami harus melakukan penyesuaian mekanisme penyaluran dengan jalur distribusi yang tersedia,” katanya.
Edi menegaskan, Pertamina terus mengoptimalkan setiap peluang distribusi yang ada untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Namun, proses penyaluran belum dapat berjalan seperti pada situasi normal.
“Kami terus maksimalkan setiap peluang, tetapi tentunya tidak seperti pada situasi normal,” ungkapnya.
Pertamina memastikan upaya optimalisasi distribusi terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi jalur transportasi yang tersedia.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan BBM di Kabupaten Berau tetap terpenuhi selama kemarau panjang. (*)
