BERAU TERKINI – Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober mendatang dipastikan lepas dari pembiayaan APBD Berau.
Event pariwisata unggulan di pulau terluar Berau ini resmi dikelola secara mandiri oleh pihak penyelenggara tanpa menggantungkan anggaran dari pemerintah daerah.
Langkah kemandirian tersebut berbuah manis dengan didapatkannya dukungan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyambut positif kolaborasi internasional ini lantaran berpotensi besar membuka keran promosi wisata Berau hingga ke mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menegaskan, MJDF kini sepenuhnya berada di bawah pengelolaan kelompok pendiri dan pemilik lisensi acara.
“MJDF ini yang melaksanakan bukan Disbudpar lagi, tapi ada semacam kelompok mereka yang ownernya MJDF memang pendiri pertamanya,” jelas Yudha kepada Berauterkini.
Ia menambahkan, pihak penyelenggara aktif berburu sponsor secara independen, termasuk mengamankan jejaring promosi bersama pihak diplomatik di Sabah untuk menarik minat wisatawan asing.
“Ini mereka sudah mulai mandiri, dalam arti tidak menggantungkan dana lagi dari Pemda. Mereka mencari sponsor termasuk juga mungkin dukungan dari yang KJRI,” terangnya.
Meski tak lagi menangani operasional dan pendanaan, Disbudpar Berau memastikan tetap memberikan dukungan penuh.
Kehadiran MJDF yang konsisten dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama dalam memperluas jangkauan promosi destinasi bahari Berau di tingkat global.
“Kalau kami mendukung saja istilahnya, kami menyambut karena itu terkait dengan dengan wisata kita,” pungkasnya. (*)
