BERAU TERKINI – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung Bugis selama periode kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala UPTD Puskesmas Kampung Bugis, Datik Yuli Darwati, mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul akibat paparan asap, mulai dari ISPA, pneumonia, PPOK, sakit mata, alergi asap, hingga penyakit lainnya.
“Yang dievaluasi itu ISPA, pneumonia, PPOK, sakit mata, alergi asap sama penyakit lain. Paling tinggi itu ISPA, laporan hariannya kami di ISPA,” ujarnya.
Menurut Datik, dibandingkan gangguan kesehatan lainnya, keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah gangguan pernapasan.

Sementara itu, kasus sakit mata yang berkaitan dengan kabut asap masih terbilang sedikit.
“Penyakit mata cuma dua kasus. Satu di Agustus, satu di September. Rata-rata yang dikeluhkan itu batuk, kalau sakit mata jarang,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat semakin terasa saat kualitas udara memburuk dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu periode yang paling dirasakan masyarakat terjadi pada 31 Agustus 2026.
“Nah, di tiga hari terakhir yang kasus pengukuran udaranya terjelek beberapa hari ini, 31 Agustus itu kan terasa banget,” ungkapnya.
Data kasus terkait dampak kabut asap tersebut terus dilaporkan setiap hari kepada Dinas Kesehatan sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap. (*)
