BERAU TERKINI – Sekitar 500 personel Polres Berau dan Polsek jajaran disiapkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kabupaten Berau.
Puluhan pasukan tersebut dikerahkan dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla Wilayah Kalimantan Timur Tahun 2026 yang digelar di Halaman Polsek Tanjung Redeb, Selasa (11/8/2026) pukul 09.00 WITA.
Wakapolres Berau, Kompol Noor Dhianto, mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kesiapan personel sekaligus sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh unsur terkait.
“Kami memperbantukan kurang lebih 500 personel untuk penanganan karhutla,” jelasnya, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino, membuat sejumlah wilayah menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Suhu yang meningkat dan kemarau panjang, menyebabkan vegetasi mengering sehingga api lebih mudah muncul dan menyebar.
“Fenomena El Nino membuat kondisi vegetasi menjadi sangat kering dan rentan terbakar. Dan ini yang terjadi sekarang,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekali-kali melakukan pembakaran lahan, baik untuk perkebunan maupun pembersihan kawasan.
“Saat ini kondisi Berau sedang dalam ancaman Karhutla di mana-mana. Kami minta petani jangan membakar lahan untuk bertani atau berkebun,” paparnya.
Ia menekankan, pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi karhutla.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Langkah pencegahan dini dan kesadaran bersama adalah kunci agar wilayah Kalimantan Timur bebas dari ancaman karhutla,” ujarnya.
Dengan dukungan sekitar 500 personel, Polres Berau memastikan jajaran kepolisian siap bergerak membantu penanganan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
“Semoga kesiapsiagaan ini dapat mempercepat respons di lapangan, sekaligus mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya. (*)
