BERAU TERKINI – Minat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi bagi remaja di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur Wilayah VI Berau mencatat, sebanyak 85 persen atau sekitar 2.000 dari total 2.454 lulusan SMA/SMK/MA tahun ini resmi melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Plt Kepala Cabang Disdikbud Wilayah VI Berau, Ahmadong, menjelaskan, angka tersebut masih berpotensi naik mengingat beberapa kampus swasta masih membuka keran pendaftaran.
“Jadi bersyukurlah minat untuk sekolahnya, untuk melanjutkan ya alhamdulillah tinggi,” ungkap Ahmadong kepada Berauterkini, Selasa (14/7/2026).
Ahmadong menilai, salah satu stimulus utama tingginya animo ini adalah kehadiran program beasiswa penuh (Gratispol) dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Berdasarkan data tracer study sekolah, mayoritas lulusan memilih berkuliah di wilayah Kaltim, meski tidak sedikit pula yang sukses menembus kampus elite nasional seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Malang, hingga Universitas Brawijaya.
“Kalau itu kayaknya lebih mendominasi di dalam Kaltim karena mungkin program Gratispol,” jelasnya.
Sementara untuk sisa lulusan yang tidak kuliah didominasi oleh mereka yang memilih langsung bekerja atau membuka usaha mandiri.
Kualitas lulusan Berau juga disebut kian kompetitif dan tidak lagi tersentralisasi di wilayah perkotaan.
Sebagai contoh, murid dari SMAN 15 di Kampung Mangkajang, Kecamatan Sambaliung, berhasil membuktikan diri dengan menembus program studi Kedokteran.
Demi mendongkrak persentase kelulusan di jalur SNBP maupun SNBT pada masa mendatang, Disdikbud Kaltim mendorong setiap sekolah mengintensifkan program pengayaan materi khusus atau matrikulasi bagi siswa kelas 12.
“Jadi memang kita berharap sekolah (mengadakan) karena itu masih bagian proses untuk menghasilkan output dan outcome lulusannya,” harap Ahmadong.
Lebih lanjut, ia menekankan, peningkatan mutu pendidikan di daerah harus diimbangi dengan pemerataan akses fasilitas.
Guna mewujudkan hal tersebut, Disdikbud Kaltim terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk sekolah yang kelebihan daya tampung, serta Unit Sekolah Baru (USB) bagi wilayah pesisir yang belum memiliki gedung sekolah.
“Artinya, kita mengharapkan itu kan pemerataan akses baru peningkatan mutu. Kita berharap kalau aksesnya terpenuhi, mutu sekolah meningkat,” tegasnya. (*)
