BERAU TERKINI – Puluhan kapal LOB dilaporkan tengah antre untuk memasuki perairan Berau.
Kapal mewah jenis kapal LOB mengalami insiden yakni kandas di perairan Pulau Maratua, Berau pada Juni lalu.
Insiden kandasnya kapal LOB itu masih diusut oleh pihak berwenang di tingkat daerah hingga pemerintah pusat.
Di saat pengusutan belum ada penyelesaian, puluhan kapal LOB dilaporkan tengah antre untuk memasuki perairan Berau.
Dikabarkan akan ada sekitar 30 kapal LOB yang dijadwalkan segera memasuki kawasan perairan Berau.
Merespons informasi tersebut, Sekda Berau, Muhammad Said, mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi
Muhammad Said juga mengaku belum menerima dokumen manifes lanjutan terkait rencana kedatangan rombongan kapal wisata berukuran besar itu.
“Saya belum dapat info terkait itu ya, nanti saya update dulu lah,” ungkap Muhammad Said.
Guna mencegah terulangnya kecelakaan laut serupa, Pemkab Berau menegaskan pentingnya pengetatan pengawasan bersama syahbandar dan penegak hukum terkait.

Untuk diketahui, insiden kandasnya kapal pesiar jenis LOB itu memantik reaksi hingga kecaman dari banyak pihak, tak terkecuali komunitas divers.
Ketua Komunitas Berau Divers, Fitriani Murasaki mengatakan, kelalaian navigasi ini berdampak fatal bagi ekosistem bawah laut.
Padahal lokasi kandasnya kapal itu adalah salah satu spot penyelaman andalan Berau bahkan dunia yang terkenal dengan keindahan bawah laut dan schooling Barracuda.
“Kami mengecam keras kecerobohan ini karena dampak kerusakan terumbu karang di spot Barracuda sangat masif akibat hantaman kapal LOB tersebut,” kata Fitri, Senin (22/6/2026) lalu.
Ia menyatakan, insiden ini juga membawa kerugian ekologis yang tidak ternilai bagi pariwisata Berau.
Hancurnya karang otomatis dapat merusak ekosistem dan rantai makanan serta mengusir kawanan biota laut, ikan, dan hewan laut lainnya yang biasa bermukim di gugusan terumbu karang tersebut yang menjadi magnet utama para penyelam mancanegara.
“Ini adalah kerugian alam yang sangat besar bagi Bumi Batiwakkal karena ekosistem yang hancur merupakan jantung dari pariwisata bahari kita,” lanjutnya.
Berau Divers mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi bawah air guna menghitung total kerusakan.

Tak hanya komunitas divers, pelaku usaha pengelola wisata di Pulau Maratua juga mengecam insiden kandasnya kapal pesiar jenis LOB.
Bahkan para pelaku usaha yang tergabung ke dalam Asosiasi Resort Maratua telah mengirimkan petisi kepada pemerintah pusat, mendesak adanya penataan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional banyaknya kapal wisata tersebut.
Petisi yang ditandatangani pada 17 Juni 2026 itu telah ditembuskan ke KKP, Kementerian Pariwisata, Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau.
Ketua Asosiasi Resort Maratua, Eeng, mengatakan, pihaknya tidak menolak keberadaan kapal LOB secara mutlak.
“Kami bukan anti terhadap kapal LOB. Yang kami minta adalah perlakuan yang sama. Resort-resort di Maratua harus melalui proses perizinan yang panjang, rumit, dan membutuhkan biaya besar,” jelasnya, Selasa (23/6/2026) lalu.
“Sementara, banyak kapal LOB datang, beroperasi, dan memanfaatkan ruang laut tanpa kewajiban yang setara,” katanya.
“Sebaliknya, keberadaan kapal LOB dinilai belum diikuti regulasi dan pengawasan yang jelas,” ujarnya.
