BERAU TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Kabupaten Berau pada Juni 2026 mencapai 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,98.
Kenaikan harga masih didominasi oleh komoditas pangan, transportasi, serta perawatan pribadi.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, mengatakan, inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 6,13 persen.
“Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Yudi.
Selain kelompok makanan, inflasi juga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 4,97 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,71 persen; kesehatan 2,63 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,47 persen; pakaian dan alas kaki 0,05 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang menjadi kelompok dengan kenaikan tertinggi yakni 8,42 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami penurunan harga atau deflasi, yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,53 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 2,44 persen; informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,30 persen; serta pendidikan 0,03 persen.
Secara bulanan, Berau mengalami inflasi 0,27 persen (mtm), sedangkan inflasi tahun kalender (ytd) mencapai 1,53 persen.
Yudi menjelaskan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.
Di antaranya emas perhiasan, ikan layang, bensin, Sigaret Kretek Mesin (SKM), angkutan udara, beras, tomat, cabai rawit, kangkung, bawang merah, ikan tongkol, minyak goreng, hingga ikan bandeng.
“Kenaikan harga bensin serta tarif angkutan udara juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi,” jelasnya.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,81 persen; disusul transportasi 0,64 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,25 persen; serta kelompok kesehatan dan perumahan yang masing-masing menyumbang 0,08 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.
Di antaranya daging ayam ras, sabun deterjen bubuk, shampo, kacang panjang, terong, sabun mandi cair, buncis, telepon seluler, laptop, hingga biaya sekolah dasar.
Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga paling dominan berasal dari bensin, bawang merah, angkutan udara, beras, tomat, SKM, kangkung, cabai rawit, dan minyak goreng.
Sementara komoditas yang menekan inflasi bulanan antara lain daging ayam ras, udang basah, emas perhiasan, semangka, ikan tongkol, dan pisang. (*)
