BERAU TERKINI – Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Berau mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk penanganan jalan poros di Pulau Maratua.

Meski begitu, perhatian pemerintah daerah diminta tidak melulu pada sektor jalan, melainkan wajib menyentuh fasilitas publik lain yang kondisinya jauh lebih mendesak.

Saga menilai pembangunan infrastruktur di Pulau Maratua harus dilakukan secara menyeluruh dan berskala prioritas. 

Menurutnya, di saat kondisi jalan poros pulau sebagian besar masih sangat layak, justru ada fasilitas lain yang butuh penanganan, yakni Dermaga Payung-Payung.

“Saya mendukung penanganan jalan poros Maratua, tetapi jangan hanya jalan saja yang diperhatikan,” ungkap Saga.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga.

Pernyataan itu mencuat setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau melakukan peninjauan terhadap ruas jalan utama sepanjang 32 kilometer yang menghubungkan Kampung Bohe Silian, Payung-Payung, Teluk Harapan, hingga Teluk Alulu.

Hasil pemetaan teknis menunjukkan tingkat kemantapan jalan di Pulau Maratua sebenarnya sudah sangat tinggi, yakni mencapai 95 persen. 

Kerusakan yang ditemukan pun tergolong minor, hanya berupa beberapa titik lubang kecil dan keperluan pembersihan bahu jalan.

Berangkat dari data tersebut, Saga menilai kondisi Dermaga Payung-Payung yang ringsek justru harus mendapat porsi atensi utama. 

Sebagai wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada akses transportasi laut, keberadaan dermaga memiliki fungsi urat nadi bagi mobilisasi logistik, aktivitas harian warga, maupun industri pariwisata.

“Dermaga Payung-Payung juga perlu mendapat perhatian karena kondisinya rusak,” tegasnya.

Sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kalimantan Timur, Maratua membutuhkan keterpaduan fasilitas untuk menunjang kenyamanan para pelancong domestik hingga mancanegara. 

Saga menilai, orientasi pembangunan yang timpang sebelah tidak akan mampu mendongkrak potensi ekonomi lokal secara maksimal.

“Sarana dan prasarana penunjang wisata juga harus benar-benar diperhatikan. Maratua merupakan wajah pariwisata Berau. Karena itu seluruh infrastruktur pendukungnya harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia berharap Pemkab Berau ke depan dapat lebih komprehensif dalam menyusun anggaran pembangunan dengan melihat kebutuhan riil di lapangan.

“Tentunya, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekaligus memperkuat posisi Maratua sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya. (*/Adv)