BERAU TERKINI – Komisi I DPRD Berau menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan Berau dan RSUD dr Abdul Rivai untuk mengevaluasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Senin. (8/6/2026).
Dalam rapat tersebut, sejumlah rekomendasi disampaikan DPRD dan diminta segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien di rumah sakit.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh rekomendasi yang sebelumnya disampaikan benar-benar dijalankan.
“Kami ingin memastikan rekomendasi itu ditindaklanjuti oleh perangkat daerah. Alhamdulillah, beberapa rekomendasi yang kami sampaikan sudah mulai dijalankan,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah panjangnya antrean pasien di RSUD dr Abdul Rivai.
Menurut Elita, sistem antrean yang saat ini banyak menggunakan tiket online masih menyulitkan sebagian masyarakat.
Dia mencontohkan warga dari kampung-kampung yang tidak memiliki atau belum terbiasa menggunakan telepon pintar berbasis telepon pintar.
“Kami meminta rumah sakit menyiapkan tiket manual untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengakses sistem online,” terangnya.
“Banyak warga yang datang dari jauh, tidak memiliki HP Android atau masih belum memahami penggunaannya,” sambungnya.
Selain itu, DPRD juga meminta rumah sakit menempatkan petugas khusus yang bertugas membantu dan memastikan pasien yang datang dapat terlayani dengan baik.
Kehadiran petugas tersebut dinilai penting untuk memberikan informasi sekaligus membantu pasien selama proses antrean.
“Kami ingin ada petugas yang selalu menyapa dan memastikan pasien yang mengantre mendapatkan pelayanan yang baik,” jelasnya.
DPRD juga membahas penguatan layanan kesehatan spesialis di RSUD dr Abdul Rivai.
Elita mengapresiasi keberadaan sejumlah dokter spesialis yang kini telah tersedia, termasuk dokter spesialis jantung.
Namun, ia berharap rumah sakit terus melengkapi fasilitas kesehatan, termasuk layanan kemoterapi.
Sehingga masyarakat Berau tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pengobatan.
“Kami berharap ke depan fasilitas kemoterapi bisa dilengkapi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk berobat,” pungkasnya. (*/Adv)

