BERAU TERKINI — Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Berau dipastikan akan kembali menggelar pawai takbiran keliling.

Pawai takbiran keliling dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/5/2026) malam dengan titik kumpul utama di ruas Jalan APT Pranoto, tepat di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Berau, Toto Marjito, memaparkan, bendera start pawai takbiran akan dikibarkan mulai pukul 20.00 WITA atau selepas ibadah salat Isya.

Namun, ketetapan waktu pelaksanaan tetap bersifat situasional dengan mempertimbangkan faktor cuaca serta dinamika arus lalu lintas.

WhatsApp Image 2026 05 25 at 17.23.02

“Pelaksanaannya itu hari Selasa tanggal 26 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WITA, kemudian start takbirannya itu awalnya di teras depan Masjid Agung Baitul Hikmah,” ujar Toto kepada Berauterkini, Senin (25/5/2026).

Panitia telah merancang rute konvoi kota secara terstruktur. 

Selepas dilepas dari Jalan APT Pranoto, iring-iringan peserta akan bergerak menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kapten Tendean, Jalan Ahmad Yani, Jalan SA Maulana, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Sutomo, Jalan Pulau Derawan, Jalan Pemuda, Jalan Pulau Panjang, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Murjani 2, dan berakhir di Jalan Murjani 1.

Mengenai regulasi kendaraan, panitia memperbolehkan jenis kendaraan roda empat, seperti pick-up, minibus, mobil pribadi, serta kendaraan roda dua untuk bergabung.

Namun, syarat ketat diberlakukan bagi kendaraan bermotor yang nekat menggunakan knalpot brong.

Selain itu, armada truk berukuran besar atau sejenisnya, penggunaan petasan, serta pembawaan atribut partai politik dilarang keras demi menjaga kesucian dan ketertiban acara.

Pemerintah daerah menghadirkan tiga tema utama, yakni Semangat Takbir Menyambut Hari Raya Kurban Penuh Berkah, Dengan Gema Takbir Wujudkan Generasi Muda Yang Berkah dan Peduli Sesama, serta Takbiran Bersama Mempererat Ukhuwah dalam Kebersamaan.

Toto menekankan agar seluruh rombongan fokus mengumandangkan lafaz takbir dengan lantunan suara yang fasih dan indah.

Bukan sekadar membunyikannya dengan volume nyaring yang justru berpotensi mengganggu kenyamanan pendengaran publik sepanjang jalan.

“Jadi kita mengharapkan kendaraannya itu dihias dan menyuarakan lafaz takbiran dengan suara yang indah,” harapnya.

Ia memberikan catatan, pada pelaksanaan pawai takbiran kali ini, dekorasi mobil hias tidak akan masuk penilaian seperti pada Hari Raya Idulfitri.

“Kalau untuk Iduladha tidak diperlombakan dan kita juga membatasi dengan kendaraan roda dua knalpot brong itu kita tidak diperkenankan,” jelasnya.

Guna memitigasi potensi kemacetan parah di sejumlah titik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim Patroli dan Pengawalan (Patwal) serta Dinas Perhubungan selaku pemangku teknis rekayasa lalu lintas.

Toto menjelaskan, esensi utama pawai takbiran tidak hanya bertujuan merayakan kegembiraan religius, namun bagian dari ikhtiar menegakkan syiar Islam secara luas.

Baginya, syiar Islam dikatakan berhasil apabila kemeriahan dan gema takbir tersebut dapat ikut dinikmati serta dirasakan segenap lapisan masyarakat Berau.

“Untuk apa kita pawai kalau tidak ditonton orang kan poinnya di situ. Nah, itu ada unsur syiar Islamnya bahwa kita bergembira dengan hari kemenangan,” pungkasnya. (*)