BERAU TERKINI — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau menyemarakkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan mengurbankan satu ekor sapi pada tahun ini. 

Prosesi penyembelihan hewan kurban tersebut digelar di halaman belakang Rumah Jabatan Bupati Berau, Jalan Cendana, Kamis (28/5/2026).

Agenda ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara sesama pengurus Dekranasda Berau.

Mereka bertindak langsung sebagai eksekutor utama dari program sosial baru yang bertajuk ‘Dekranasda Berau Berkurban’.

WhatsApp Image 2026 05 28 at 13.20.06 e1779947050846

Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan, agenda kurban bersama ini merupakan bagian dari program perdana yang baru berhasil digulirkan tahun ini.

“Ini upaya kita untuk saling memperkuat solidaritas di organisasi,” kata Edy.

Edy menambahkan, lewat refleksi keteladanan mulia yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sudah selayaknya setiap insan memiliki rasa ikhlas serta mampu mengikis rasa sombong di dalam hati.

Sebab, dari esensi kisah kenabian tersebut, setiap orang yang berkurban diajarkan untuk belajar cara berbagi kepada sesama, khususnya masyarakat yang kurang mampu.

“Daging ini kami bagikan ke masyarakat dan para anggota Dekranasda Berau,” ujarnya.

Ia berharap agar pelaksanaan agenda ini dapat kembali memupuk rasa solidaritas serta kepedulian di antara para pengurus.

Sehingga, ke depan pihaknya dapat menuntaskan setiap program kerja strategis lewat partisipasi aktif dari seluruh anggota.

“Semoga kita semakin solid ke depan,” harap Edy.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, memberikan apresiasi atas keaktifan dan inisiatif Dekranasda Berau dalam menelurkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Kegiatan perdana ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus dipertahankan dan digelar secara rutin setiap tahunnya.

“Semangatnya luar biasa, tentu pemerintah mendukung kegiatan yang positif seperti ini,” puji Sri Juniarsih.

Sri Juniarsih juga meminta Dekranasda Berau bergerak semakin kuat dan nyata dalam mengintervensi program-program pembinaan untuk pengembangan para pelaku kerajinan di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada saat ini, modal tersebut sudah bisa mengangkat Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya kerajinan tangan, agar dapat dikenal lebih luas, baik nasional maupun internasional.

“Semoga ke depan akan berjalan lebih baik lagi untuk kemajuan industri UKM di Berau,” pungkas Sri Juniarsih. (*/Adv)