BERAU TERKINI – Rencana penyesuaian tarif air bersih di Perumda Batiwakkal mendapat sinyal positif dari DPRD Berau.
Namun, kenaikan tarif diminta dilakukan secara bertahap agar tidak memberatkan masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengatakan, tarif air bersih di Berau saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan.
Menurutnya, DPRD Berau sebelumnya juga telah melakukan kunjungan ke beberapa daerah, seperti Tanjung Selor dan Tarakan, untuk melihat perbandingan tarif air bersih.
“Memang terus terang tarif kita ini masih jauh di bawah, masih rendah,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan kenaikan tarif tidak dilakukan secara mendadak.
Sebab, kondisi ekonomi masyarakat saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil.
“Kalau naik sekaligus masyarakat pasti kaget. Tapi kalau bertahap, misalnya dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu, mungkin masyarakat tidak terlalu terkejut,” katanya.
Subroto menilai, penyesuaian tarif sebenarnya dapat dipahami masyarakat, selama dilakukan dengan perhitungan yang wajar dan disertai sosialisasi yang jelas dari Perumda Batiwakkal.
Ia juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami tekanan akibat pemotongan anggaran.
Karena itu, pemerintah daerah perlu menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD), termasuk dari sektor layanan air bersih.
“Sekarang semua daerah sedang memacu PAD karena anggaran juga banyak terpotong. Kalau kita tidak menggali potensi pendapatan, pembangunan mau pakai apa,” jelasnya.
Meski mendukung kenaikan tarif, DPRD Berau meminta Perumda Batiwakkal lebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan diterapkan.
Menurutnya, komunikasi yang baik penting agar tidak memicu penolakan.
“Jangan sampai masyarakat tiba-tiba tahu tarif sudah naik. Itu yang bikin masyarakat teriak,” ucapnya.
Selain itu, ia mengusulkan agar kenaikan tarif lebih dulu diterapkan pada sektor usaha seperti hotel, laundry, hingga rumah makan yang dinilai memiliki kemampuan lebih dibanding pelanggan rumah tangga biasa.
“Yang bisa dinaikkan lebih dahulu mungkin usaha-usaha seperti itu. Untuk masyarakat umum mungkin cukup penyesuaian ringan saja,” pungkasnya. (*/Adv)

