BERAU TERKINI – Peserta pemilihan Duta Wisata, Duta Budaya, dan Putri Pariwisata Kabupaten Berau 2026 mulai menjalani karantina pada Jumat (22/5/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Nilai Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Nurjatiah, mengatakan, kegiatan karantina bukan hanya menjadi ajang pencarian figur terbaik.

Namun juga proses pembentukan karakter generasi muda Berau agar memiliki wawasan budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif.

Ia menyebut para finalis merupakan putra-putri terbaik yang nantinya diharapkan mampu menjadi wajah daerah sekaligus agen promosi pariwisata dan budaya Bumi Batiwakkal.

“Finalis ini nantinya diharapkan menjadi inspirasi masyarakat dan mampu memperkenalkan potensi Berau hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Para peserta Duta Wisata, Duta Budaya, dan Putri Pariwisata Berau saat menjalani karantina yang digelar Disbudpar Berau, Jumat (22/5/2026). (DIVA/BT)
Para peserta Duta Wisata, Duta Budaya, dan Putri Pariwisata Berau saat menjalani karantina yang digelar Disbudpar Berau, Jumat (22/5/2026). (DIVA/BT)

Menurutnya, Berau memiliki potensi wisata yang sangat besar dibanding daerah lain di Kalimantan Timur.

Tercatat terdapat ratusan objek wisata yang terus dikembangkan pemerintah daerah.

Karena itu, selama masa karantina, para peserta akan dibekali berbagai materi, mulai dari kepribadian, public speaking, budaya daerah, ekonomi kreatif, hingga pengembangan karakter dan kepemimpinan.

“Di sini kalian digembleng menjadi calon pemimpin masa depan. Bisa saja lima atau sepuluh tahun lagi ada yang menjadi pemimpin daerah dari ruangan ini,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, disiplin, serta memanfaatkan teknologi secara bijak selama mengikuti karantina.

Selain itu, Nurjatiah meminta seluruh finalis tetap menjunjung sportivitas dan tidak berkecil hati apabila belum terpilih menjadi pemenang.

“Ajang ini bukan akhir dari segalanya, tetapi awal untuk mengenali potensi diri dan mengembangkan cita-cita kalian,” tandasnya. (*)