BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau meminta fasilitas tempat penampungan air hujan di Pulau Maratua segera dimaksimalkan fungsinya.
Langkah ini dinilai mendesak demi menyudahi kesulitan yang dihadapi masyarakat sekaligus menjaga iklim industri pariwisata di pulau terluar tersebut.
Kekeringan pasokan air bersih yang dialami warga Kecamatan Maratua saat ini memang menjadi permasalahan krusial yang mesti mendapatkan atensi serius dari instansi lintas sektoral pemerintah.
Dampak kelangkaan air harian tersebut dikhawatirkan dapat meluas dan memukul kenyamanan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar miring mengenai kurangnya pasokan air bersih dan mangkraknya infrastruktur penampung di Maratua.
Ia meminta agar fungsi bangunan embung yang ada di lapangan segera ditingkatkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi hajat hidup masyarakat kampung.
Ia menginformasikan, pada Selasa (19/5/2026), dirinya terjadwal bertolak langsung menuju Pulau Maratua untuk melakukan peninjauan lapangan.
Momen kunjungan kerja tersebut akan dimanfaatkannya secara maksimal guna membicarakan jalan keluar atas permasalahan sanitasi dasar yang sedang terjadi.
“Mungkin itu perlu ditingkatkan atau dimaksimalkan fungsinya. Ini kebetulan saya akan ke sana, mudah-mudahan saya juga sekalian membicarakan ini,” ungkapnya kepada Berauterkini.
Yudha menjelaskan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu secara detail terkait akar permasalahan struktural yang ada di lapangan.
Disbudpar juga berkomitmen mencari peluang regulasi serta memetakan skema kerja sama dengan instansi teknis mana saja yang harus digandeng untuk menuntaskan perkara krisis air ini.
Pihaknya memastikan bakal mengagendakan sesi diskusi khusus bersama perangkat kecamatan serta tokoh masyarakat setempat mengenai masalah pasokan air harian.
Yudha menegaskan, dirinya ingin mencari tahu penyebab utama mengapa fasilitas embung penampung air hujan tersebut belum dimanfaatkan oleh warga hingga sekarang.
“Kebetulan ada kegiatan sekalian kami agendakan mengenai masalah air ini. Saya juga ingin tahu kira-kira apa (penyebab embung belum difungsikan),” ujarnya. (*)
