BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau terus berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana utama penyebaran informasi publik secara berkala.

Salah satu langkah konkret yang sedang digencarkan di lapangan adalah pemasangan infrastruktur videotron di sejumlah titik strategis kota.

Namun, di balik fungsi utamanya sebagai media informatif, keberadaan layar digital raksasa tersebut kini dinilai memiliki potensi ekonomi tersembunyi yang sangat menjanjikan untuk dijadikan pundi-pundi baru penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi I DPRD Berau, Liliansyah, menyebut, cetak biru pengelolaan dan pemanfaatan videotron ke depan tidak boleh lagi hanya berfokus pada penyampaian informasi internal pemerintahan yang bersifat monoton.

Instansi teknis harus mulai membuka diri dan mengarahkannya sebagai media promosi komersial komprehensif yang mampu memberikan dampak finansial positif dan nyata bagi kas daerah.

“Selama program itu memberikan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat, khususnya dalam hal informasi dan komunikasi visual, tentu sangat kami dukung,” ujar Liliansyah.

Ia menilai, gerak cepat perkembangan teknologi digital di era modern ini harus mampu ditangkap dan dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran pemerintah daerah. 

Salah satu bentuk implementasi praktisnya adalah dengan membangun sistem komunikasi publik yang tidak hanya modern secara visual, melainkan juga harus produktif secara nilai ekonomi makro.

Keberadaan jaringan videotron dinilai memiliki daya pikat visual yang kuat sehingga sangat efektif untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah, promosi agenda festival, hingga penyampaian aneka informasi strategis kepada khalayak luas secara instan.

Liliansyah menambahkan, aspek kurasi konten yang ditayangkan melalui videotron juga harus memiliki nilai edukasi yang tinggi demi memperkuat literasi digital di kalangan masyarakat umum.

Informasi yang disajikan dinilai perlu menonjolkan keunikan serta berbagai komoditas potensi unggulan yang dimiliki oleh Berau.

“Informasi yang ditampilkan harus menambah wawasan terkait keunggulan Bumi Batiwakkal,” tegasnya.

Selain optimalisasi fungsi dan muatan konten, Liliansyah juga mendorong pemerintah daerah untuk melayangkan investasi lanjutan berupa penambahan titik pemasangan unit videotron baru.

Ia menyarankan agar fokus penempatan berikutnya diprioritaskan pada area-area persimpangan jalan protokol utama yang memiliki tingkat mobilitas serta kepadatan lalu lintas kendaraan yang tinggi harian.

Dengan penempatan posisi yang presisi dan strategis, media digital luar ruang tersebut diyakini dapat menjangkau penetrasi pemirsa yang jauh lebih luas sekaligus mendongkrak efektivitas penyampaian pesan ke publik.

Di samping digunakan untuk kepentingan komersial dan promosi daya tarik daerah, keberadaan fasilitas videotron ini juga tetap diharapkan dapat mengemban fungsi sosial. 

Perangkat ini bisa dimanfaatkan secara berkala sebagai media sosialisasi program strategis pemda, kampanye berkala pelayanan publik, hingga penyampaian imbauan darurat yang penting diketahui oleh masyarakat luas.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan kembali bahwa rantai pengelolaan aset digital ini wajib ditangani secara profesional dan akuntabel oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Langkah profesionalisme ini dinilai krusial agar investasi anggaran besar yang telah dikucurkan daerah dari APBD tidak terbuang sia-sia dan benar-benar mampu memberikan dampak timbal balik yang nyata bagi akselerasi pembangunan daerah.

“Selain untuk sosialisasi daerah, ini harus menjadi sumber pendapatan. Makanya harus dikelola profesional oleh OPD terkait agar anggaran yang sudah dikucurkan memberikan hasil positif bagi daerah,” pungkas Liliansyah. (*/Adv)