BERAU TERKINI – Genderang perang terhadap para perampok uang rakyat terus ditabuh keras oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Kali ini, para koruptor dipastikan bakal gigit jari setelah dana raksasa sebesar Rp10,27 triliun hasil sitaan denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara tidak akan dibiarkan mengendap, melainkan langsung dialihkan untuk menyejahterakan rakyat kecil.

Tidak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo menegaskan dana jumbo tersebut akan langsung disulap menjadi modal utama untuk merenovasi sekitar 5.000 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang rusak di berbagai pelosok Indonesia.

“Sebenarnya hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas Rp10 triliun,” tegas Presiden Prabowo dengan nada optimis, mengutip laporan Tribrata News.

Presiden RI Prabowo Subianto. (Youtube/Prabowo Subianto)
Presiden RI Prabowo Subianto. (Youtube/Prabowo Subianto)

Langkah ini menjadi tamparan keras bagi para pelaku korupsi. Bayangkan saja, anggaran renovasi satu unit puskesmas agar layak dan mewah melayani masyarakat membutuhkan biaya sekitar Rp2 miliar.

Berkat ketegasan pemerintah menyita uang haram tersebut, setengah dari total target penataan 10.000 puskesmas di tanah air kini bisa langsung dieksekusi.

‘Maling’ Bakal Makin Gemetar: Rp49 Triliun Lainnya Siap Dikuras!

Peringatan keras bagi para “tikus kantor” tampaknya belum akan mereda. Presiden Prabowo membocorkan bahwa bulan depan, kas negara bersiap menerima gelombang dana sitaan berikutnya yang jauh lebih fantastis.

Pemerintah membidik tambahan dana Rp10 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) serta dana segar Rp39 triliun dari radar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Jika total dana buruan senilai Rp49 triliun itu berhasil dicairkan, Presiden berjanji seluruh puskesmas rusak di Indonesia akan tuntas diperbaiki. Bahkan, sisa anggarannya akan langsung dipakai untuk menyulap ribuan gedung sekolah dan madrasah yang selama ini terbengkalai.

“Kita perbaiki dengan uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling dan perampok tersebut!” pungkas Prabowo tanpa kompromi.

Untuk diketahui, revolusi fasilitas pendidikan ini memang sedang digaspol.

Setelah sukses memperbaiki 17.000 sekolah tahun lalu dan kini sedang berjalan 70.000 sekolah, pemerintah menargetkan 100.000 sekolah lagi akan dibuat kokoh pada tahun depan demi masa depan anak bangsa.