BERAU TERKINI – Ribuan massa aksi 21 April dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim mengepung pintu masuk kantor DPRD Kaltim, di Karang Paci.
Dari elemen mahasiswa, organisasi kedaerahan, organisasi massa, hingga kelompok difabel kompak menuntut keadilan di kantor DPRD Kaltim.
Mengawali aksi tersebut, massa menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta aksi.
Setelahnya massa meneriakkan keresahan masyarakat Kaltim.
Massa mengecam kebijakan belanja Pemprov Kaltim yang tidak pro terhadap rakyat miskin.
Mulai dari belanja mobil mewah hingga renovasi rujab gubernur Kaltim Rp25 miliar di tengah efisiensi anggaran.
Nampak pula gerbang pintu masuk kantor DPRD Kaltim tertutup rapat.
Dengan penjagaan oleh ratusan aparat kepolisian.

Dari pantauan dalam siaran langsung media lokal Kaltim, nampak massa merobek baliho ucapan Hari Kartini yang disambut riuh semangat peserta aksi.
Dikabarkan sebelumnya, Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan publik.
Ia menilai sejumlah keputusan justru memicu polemik di tengah masyarakat.
Isu utama yang diangkat dalam demonstrasi ini adalah dugaan praktik nepotisme dan dinasti kekuasaan.
Aliansi menilai kondisi tersebut berpotensi merusak tata kelola pemerintahan serta membuka ruang penyalahgunaan wewenang.
“Yang kami suarakan adalah penghentian nepotisme. Karena itu akar dari berbagai persoalan, termasuk potensi korupsi,” tegasnya.

