BERAU TERKINI – Maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan tenaga pendidik di Kabupaten Berau menuai perhatian serius dari Ketua I DPRD Berau, Subroto.
Ia mengaku prihatin dan mengecam keras tindakan tidak bermoral yang justru dilakukan oleh oknum yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anak.
Menurutnya, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
Apalagi, pelaku merupakan sosok yang dipercaya orang tua untuk mendidik dan membina siswa di sekolah.
“Saya sangat prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual yang melibatkan tenaga pendidik di Berau. Ini mencoreng dunia pendidikan dan merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Subroto menjelaskan, para pelaku harus dihukum seberat-beratnya agar memberikan efek jera, dan menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan serupa.
Ia menilai, kejahatan seksual terhadap anak tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.
“Kalau terbukti bersalah, hukum berat. Jangan ada toleransi. Ini demi memberikan efek jera sekaligus melindungi anak-anak kita dari ancaman predator seksual,” jelasnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas setiap laporan kasus kekerasan seksual.
Termasuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dan perlindungan hukum yang maksimal.
Selain itu, Subroto mendorong Dinas Pendidikan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten bersama sekolah, untuk memperketat pengawasan di lingkungan pendidikan.
Serta melakukan evaluasi terhadap tenaga pendidik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bukan malah menjadi tempat yang menakutkan,” pungkasnya. (*/Adv)

