BERAU TERKINI – Sosok pelatih Timnas Swiss Murat Yakin masih eksis jelang gelaran Piala Dunia 2026 ini.
Murat Yakin merupakan figur pengganti Vladimir Petkovic yang melatih Swiss sampai 2021 lalu.
Sebagai mantan pemain timnas, Yakin memahami karakter sepak bola Swiss dengan sangat baik.
Karier kepelatihannya dimulai sejak 2006 dengan melatih sejumlah klub lokal.
Pengalaman tersebut membentuk pendekatan taktik yang menekankan disiplin dan organisasi permainan.
Di bawah arahannya, Swiss tampil solid di Piala Dunia 2022 meski harus tersingkir di babak 16 besar.
Mereka kalah telak 1-6 dari Portugal dalam pertandingan yang menjadi evaluasi besar bagi tim.
Di Euro 2024, Murat Yakin membawa Swiss melangkah hingga perempat final setelah menyingkirkan Italia.
Mereka kemudian tersingkir lewat adu penalti melawan Inggris dalam laga ketat.
Swiss tampil impresif sepanjang babak kualifikasi menuju Piala Dunia 2026.

Mereka membuka langkah dengan kemenangan telak 4-0 atas Kosovo, di mana Breel Embolo mencetak dua gol.
Performa solid berlanjut saat mereka mengalahkan Slovenia 3-0 dan menundukkan Swedia 2-0.
Tim asuhan Murat Yakin menunjukkan keseimbangan antara lini belakang yang kukuh dan serangan yang efektif.
Pada laga tandang, Swiss tetap menjaga konsistensi dengan hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia.
Mereka kemudian kembali mengalahkan Swedia dengan skor meyakinkan 4-1.
Hasil imbang melawan Kosovo di laga terakhir memastikan Swiss lolos tanpa kekalahan.
Mereka menutup kualifikasi dengan selisih gol +12, mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Peran sentral dalam tim Swiss dipegang oleh kapten Granit Xhaka.
Pemain berusia 33 tahun ini menjadi figur penting baik di dalam maupun luar lapangan.
Granit Xhaka memiliki pengalaman bermain di level tertinggi, termasuk bersama Arsenal dan Bayer Leverkusen.
Pada musim 2025/2026, ia tampil impresif bersama Sunderland di Liga Inggris.
Sebagai gelandang, Granit Xhaka berfungsi sebagai pengatur tempo permainan sekaligus pemimpin tim.
Ia juga menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Timnas Swiss.
Pengalamannya di tiga edisi Piala Dunia sebelumnya menjadi nilai tambah bagi Swiss.
Performa Granit Xhaka di Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi faktor penentu perjalanan timnya.
