BERAU TERKINI – Semangat generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian mulai terlihat di Kecamatan Tanjung Redeb.

Karang Taruna Tanjung Redeb mengikuti pelatihan budidaya tanaman kakao yang digelar di Kebun Percontohan Samburakat binaan PT Berau Coal, Kamis (7/5/2026).

Sebanyak 17 peserta mengikuti pelatihan sebagai bagian dari pengembangan kawasan urban farming, yang kini tengah dikembangkan Kecamatan Tanjung Redeb, dengan memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah di belakang kantor camat.

Sebelumnya, PT Berau Coal telah memberikan dukungan berupa 180 bibit kakao bersertifikasi, kompos, insektisida decis, tanaman penaung jenis durian, hingga tanaman hortikultura.

Adapun jenis tanamannya seperti jagung pipil dan jagung manis untuk mendukung program tersebut.

Pelatihan diberikan karena sebagian besar anggota Karang Taruna yang terlibat belum memiliki latar belakang pertanian.

Meski demikian, antusiasme para peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

Mereka aktif berdiskusi dan mempelajari teknik budidaya kakao agar pengelolaan kebun dapat berjalan lebih optimal.

Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan, pelatihan itu merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“Harapannya, peserta Karang Taruna bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan terkait budidaya kakao,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kakao yang dilakukan PT Berau Coal diharapkan dapat semakin meluas di tengah masyarakat dan menjadi salah satu potensi ekonomi masa depan Kabupaten Berau.

Adapun program tersebut bertujuan agar pengembangan kakao bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik di kampung maupun di kota.

“Sehingga ke depan kakao dapat berkembang menjadi salah satu potensi ekonomi masa depan Kabupaten Berau, sejalan dengan komoditas yang sedang didorong Pemerintah Kabupaten Berau,” paparnya.

Sementara itu, mewakili Camat, Ketua LPM sekaligus Ketua Karang Taruna Kecamatan Tanjung Redeb, Daud Yusuf, mengapresiasi dukungan PT Berau Coal terhadap pengembangan urban farming dan budidaya kakao.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan fasilitas kunjungan sekaligus kesempatan belajar di kebun percontohan binaan Berau Coal ini,” katanya.

Daud menjelaskan, bibit kakao yang sebelumnya diterima Karang Taruna dalam kondisi tumbuh baik.

Namun, keterbatasan pengetahuan teknis membuat pengelolaannya belum maksimal.

“Kondisi kakao kami saat ini hidup, tetapi kami merasa pengelolaannya belum optimal. Kami berharap melalui kegiatan ini tanaman kakao yang kami kembangkan bisa terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Salah seorang anggota Karang Taruna Tanjung Redeb, Irwan, menilai budidaya kakao memiliki prospek yang cukup menjanjikan, terlebih sejalan dengan komoditas unggulan daerah dan program pengembangan kakao yang tengah didorong PT Berau Coal.

“Kami memang masih tahap belajar karena tidak memiliki latar belakang pertanian. Urban farming ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar budidaya kakao,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan para pemuda tidak hanya mampu mengembangkan kebun kakao sendiri, tetapi juga dapat mengajak generasi muda lainnya untuk ikut terjun ke sektor pertanian. (*/Adv)