BERAU TERKINI – Terduga pelaku ‘Rayap Besi’ atau pencuri besi di galangan kapal meninggal dunia, usai terlibat duel dengan sekuriti di Bantuas, Palaran, Samarinda, Kaltim.
Mayat pelaku yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahunan itu, didapat di sebuah kapal kecil atau ketinting bersimbah darah.
Darah itu bersumber dari kedua tangannya yang mengalami luka sabetan dengan kondisi tangan terikat.
Perahu tempat korban ditemukan berada di area permukiman warga di tepi sungai.
Warga yang melihat kondisi korban langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.
Kapolsek Palaran, Kompol Iswanto, mengatakan korban diduga datang bersama dua rekannya menggunakan perahu kayu untuk masuk ke area perusahaan galangan kapal.
Ketiganya diduga hendak mengambil material besi milik perusahaan.
“Berdasarkan keterangan penjaga malam, korban diduga mau masuk tanpa izin pemilik, artinya mau mengambil barang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, indikasinya begitu,” kata Iswanto, dalam laporan Pranala.

Menurut Iswanto, aksi ketiga pria itu dipergoki petugas keamanan yang sedang berjaga.
Saat hendak diamankan, korban disebut sempat melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian dengan salah satu sekuriti perusahaan.
“Kebetulan tadi malam ada tiga orang menggunakan satu perahu memasuki wilayah itu, kemudian dipergoki penjaga malam,” ujar dia.
Iswanto bilang, dua orang kabur ke arah darat dan sampai saat ini belum didapatkan.
Satu orang sempat berkelahi dengan salah satu penjaga malam dan mendapatkan luka sabetan parang di lengan bagian kanan. Akhirnya meninggal dunia.
Setelah korban terluka, petugas keamanan disebut sempat mengikat tangan korban untuk mencegah perlawanan kembali.
Korban kemudian dibawa menggunakan perahu kayu menuju rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.
Saat ini jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit umum untuk menjalani visum dan autopsi.
Sementara petugas keamanan yang terlibat duel diamankan di Mapolsek Palaran guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga masih memburu dua rekan korban yang melarikan diri seusai kejadian.
