BERAU TERKINI — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau secara resmi merilis data tingkat inflasi untuk periode April 2026.

Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas di Bumi Batiwakkal menunjukkan adanya tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan, kondisi ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang semula berada di angka 109,11 pada April 2025, naik menjadi 111,50 pada April 2026.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Berau, pada April 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,19 persen,” ungkap Yudi dalam keterangan resminya.

Ia mengatakan, tingkat inflasi bulanan (month to month) berada di angka 0,50 persen, sementara inflasi tahun berjalan (year to date) tercatat sebesar 1,10 persen.

Pedagang ikan di pasar lama Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb. (Adrikni/BT)
Pedagang ikan di pasar lama Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb. (Adrikni/BT)

Inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang andil terbesar dengan kenaikan mencapai 11,43 persen.

Komoditas yang paling dominan memberikan pengaruh adalah emas perhiasan dengan sumbangan 0,73 persen, disusul tarif gunting rambut pria, pasta gigi, serta pembalut wanita.

Sektor pangan juga memberikan tekanan inflasi yang signifikan.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan sebesar 3,30 persen.

Ikan layang atau ikan benggol menjadi komoditas utama yang mendorong inflasi dengan andil 0,29 persen, diikuti ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), serta daging ayam ras.

Sejalan dengan itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran ikut naik sebesar 2,85 persen, dipicu oleh harga nasi dengan lauk, ikan bakar, dan bakso siap santap.

Di sektor kesehatan dan transportasi, terjadi kenaikan masing-masing sebesar 2,70 persen dan 1,08 persen.

Pada kelompok kesehatan, kenaikan harga obat dengan resep serta obat batuk menjadi faktor penentu. 

Sementara pada kelompok pakaian dan alas kaki, biaya ongkos binatu atau laundry serta harga sepatu pria memberikan andil tipis terhadap angka inflasi tahunan.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turut menyumbang inflasi sebesar 0,19 persen yang dipengaruhi oleh tarif pulsa ponsel.

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen, dengan bahan bakar rumah tangga dan pasir sebagai komoditas penyumbang utama.

Secara bulanan, inflasi sebesar 0,50 persen didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 1,39 persen.

Komoditas seperti ikan layang, tomat, jagung manis, bawang merah, hingga minyak goreng menjadi penyumbang terbesar.

Selain itu, kelompok transportasi menjadi penyumbang bulanan terbesar kedua sebesar 1,11 persen.

Penyebab utamanya kenaikan tarif angkutan udara serta harga pelumas dan solar.

Yudi menjelaskan, kelompok kesehatan juga memberikan andil kecil pada inflasi bulanan melalui kenaikan harga obat gosok.

Data ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan komoditas penting di Kabupaten Berau. (*)