BERAU TERKINI – Ancaman kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi di era digital menjadi perhatian serius DPRD Berau.
Masyarakat diminta lebih waspada dalam menjaga dokumen kependudukan agar tidak dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Waris, mengatakan, dokumen penting seperti KTP, KK hingga berkas administrasi lainnya kini rentan menjadi sasaran kejahatan siber.
Penyalahgunaan data tersebut dapat berujung pada penipuan hingga pencurian identitas.
“Jangan mudah menyerahkan data pribadi, terutama kepada pihak yang tidak jelas asal-usul dan legalitasnya. Verifikasi dulu sebelum percaya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah maupun lembaga tertentu kini semakin marak.
Pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat untuk mendapatkan informasi penting yang kemudian digunakan untuk kepentingan ilegal.
Waris menilai, perkembangan layanan berbasis digital memang memberi kemudahan bagi masyarakat.
Namun, di sisi lain, juga meningkatkan risiko kebocoran data apabila tidak diimbangi sistem keamanan yang kuat.
“Sekarang hampir semua layanan sudah berbasis digital. Ini memang memudahkan, tapi kalau tidak diimbangi dengan perlindungan data yang kuat, risikonya juga besar,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau untuk terus memperkuat sistem keamanan data sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan data pribadi.
“Pemahaman masyarakat harus ditingkatkan. Jangan sampai kemudahan teknologi justru dimanfaatkan oleh oknum untuk merugikan warga,” paparnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan membagikan data pribadi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
Masyarakat diminta lebih teliti saat menerima permintaan data melalui telepon, pesan singkat, maupun aplikasi daring.
“Kewaspadaan harus menjadi kebiasaan. Dengan begitu, masyarakat bisa terlindungi dan sistem administrasi tetap berjalan aman,” pungkasnya. (*/Adv)

