Foto: Aktivitas pelabuhan sidayang, Tanjung Batu kala libur lebaran lalu. 

TANJUNG REDEB – Selama libur lebaran Idulfitri 1445H, sekitar 3,200 orang wisatawan tercatat masuk melalui Pelabuhan Sidayang. Mereka rerata hendak menuju Pulau Derawan maupun Pulau Maratua.

Data tersebut diperoleh dari Dinas Perhubungan (Dishub) Berau. Puncak kedatangan tertinggi berada pada Kamis, 11 April 2024, dengan total kedatangan sebanyak 1.000 wisatawan yang hendak menyebrang.

Petugas pengumpulan retribusi Pelabuhan Sidayang, Dishub Berau Juhri menjelaskan selama beraktifitas dermaga aman terkendali.

Namun Ia mengimbau kepada para pengunjung untuk lebih berhati-hati lantaran arus lalu lalang kendaraan lumayan padat.

“Alhamdulillah sejak tanggal 10 sampai tanggal 14 April, begitu juga hari ini terkendali aman,” jelasnya kepada Berauterkini.co.id

Kepadatangan yang terjadi, memang terulang setiap tahunnya. Terutama pada masa libur lebaran. Pulau Derawan dan Maratua selalu menjadi pilihan untuk berlibur.

Meskipun, tujuan Pulau Derawan lebih banyak ketimbang menuju Pulau Maratua.

Tidak perlu was-was untuk berpergian ke dua destinasi wisata unggulan tersebut, karena cuaca sudah melewati musim penghujan. Para penumpang juga dilengkapi dengan safety kit yang diberikan oleh para motoris speed boat.

“Kebanyakan wisatawan menuju ke Pulau Derawan, tetapi ada juga yang ke Maratua,” bebernya.

Speedboat di dermaga Sidayang tersedia sekiranya sebanyak 150 unit. Dan hampir semunya beroperasi pada libur lebaran ini.

“Ada sekiranya 150 speed yang melayani penumpang. Dan semuanya beroperasi,” jelasnya.

Sementara, untuk menuju Pulau Derawan, per kepala harus membayar sebesar Rp 100 ribu.

Sementara itu, salah satu pengunjung pulau Derawan, Deswita asal Tanjung Redeb mengatakan, menjadikan pulau derawan tempat wisata favorite keluarganya.

Selain aksesnya yang lebih mudah dijangkau, keindahan bahari pulau derawan juga masih menjadi unggulan.

“Ke Derawan ini lebih gampang dan durasinya gak lama. Kalau destinasi seperti Bidukbiduk itu lumayan jauh,” ungkapnya.

Ia juga tidak masalah dengan tarif speed boat per kepala sebesar Rp 100 ribu. (*)

Reporter: Dini Diva Aprilia

Editor: Zuhrie