BERAU TERKINI – BMKG Berau mengungkapkan kondisi kabut asap di wilayah Berau terjadi karena sejumlah faktor.
Kondisi kabut asap tebal dan pekat di Berau diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, kondisi kualitas udara di wilayah Tanjung Redeb, Berau memburuk imbas kabut asap.
Kabut asap tebal turut berdampak pada jarak pandang dan aktivitas masyarakat hingga jadwal penerbangan.
Menurut Kepala BMKG Berau, Ade Heriyadi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan citra sebaran asap, keberadaan asap masih terdeteksi di wilayah Berau.

“Untuk beberapa hari ke depan kondisi asap masih ada di wilayah Berau. Fluktuasi tebal dan tipisnya asap masih bisa terjadi,” kata Ade pada Berauterkinu.co.id
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Kalimantan yang umumnya bergerak dari arah selatan dan barat daya.
Dengan masih ditemukannya titik panas di wilayah selatan dan barat daya Tanjung Redeb maupun Berau secara umum, sebaran asap dari wilayah tersebut masih memungkinkan berdampak ke Berau.
Tak hanya dari wilayah Berau, asap juga berpotensi berasal dari daerah lain di Kaltim maupun wilayah provinsi lain di Kalimantan yang berada di sisi selatan dan barat daya Kaltim.
Ade menyebut kondisi asap dapat berkurang apabila hujan turun di wilayah Berau. Perubahan arah angin permukaan dari utara hingga timur juga dapat mendorong sebaran asap ke wilayah barat Berau.
Selain itu, berkurangnya lahan yang terbakar juga akan berpengaruh terhadap penurunan sebaran asap.
BMKG Berau mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker.
“Masyarakat juga diimbau tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” pungkasnya.
Penerbangan Mulai Normal
Kondisi kabut asap pekat di Berau turut berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau.
Bahkan pada Selasa (6/10/2026) kemarin, terjadi penurunan jarak pandang hingga 1.500 meter akibat kabut asap.
Hal tersebut mengakibatkan aktivitas penerbangan terganggu karena maskapai Sriwijaya Air rute Makassar – Berau – Balikpapan dialihkan ke Balikpapan dan akhirnya tadi malam sudah mendarat di Berau.
Maskapai Super Air Jet rute Balikpapan – Berau – Balikpapan yang sempat mengalami penundaan keberangkatan juga sudah mendarat di Berau tadi malam.
Maskapai Wings Air rute Samarinda – Berau memberikan informasi penundaan penerbangan semalam dan sudah diterbangkan pada hari Rabu (7/10/2026).

“Untuk maskapai Wings Air rute AAP-BEJ memberikan informasi postponed dan sudah diterbangkan pada hari rabu dengan alasan jarak pandang di bawah minimal tidak memenuhi aspek keselamatan penerbangan,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Rabu (7/10/2026).
Pada hari ini, jarak pandang sempat menurun dan berada di angka 2.000 meter di Bandara Kalimarau.
Akibatnya pesawat Batik Air rute Jakarta – Berau – Jakarta dialihkan ke Balikpapan namun karena jarak pandang semakin membaik, maskapai tersebut sudah mendarat di Berau bahkan sudah kembali ke Jakarta.
Hingga siang ini, jarak pandang pesawat sudah naik di angka 2.700 meter.
“Sekarang jarak pandang membaik Batik Air sudah landing Berau dan kembali ke Jakarta. Jarak pandang saat ini 2.700 meter,” katanya.
