BERAU TERKINI – Cerita rakyat Berau tak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran di sekolah. 

Inovasi inilah yang dikembangkan Sutiawati, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, melalui e-book teks naratif Bahasa Inggris berbasis cerita rakyat lokal.

Inovasi bertajuk Pengembangan E-Book Teks Naratif Bahasa Inggris Bermuatan Cerita Rakyat Berau itu diperkenalkan kepada 20 guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kabupaten Berau di SMK Muhammadiyah Berau, Kamis (15/10/2026).

Sutiawati menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari upaya menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih dekat dengan kehidupan dan lingkungan budaya siswa, khususnya dalam materi narrative text atau teks naratif.

Menurutnya, cerita rakyat lokal memiliki kekayaan nilai budaya dan kearifan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran sekaligus mengenal identitas daerahnya sendiri.

Sutiawati saat mengenalkan Pengembangan E-Book Teks Naratif Bahasa Inggris Bermuatan Cerita Rakyat Berau di SMK Muhammadiyah Berau.
Sutiawati saat mengenalkan Pengembangan E-Book Teks Naratif Bahasa Inggris Bermuatan Cerita Rakyat Berau di SMK Muhammadiyah Berau.

“Narrative text sering kali terasa jauh dari dunia siswa, padahal di sekitar kita terdapat begitu banyak cerita rakyat yang kaya akan nilai, budaya dan kearifan lokal. Dari situlah lahir penelitian saya,” ungkap Sutiawati.

Ia menegaskan, kegiatan diseminasi tersebut bukan sekadar memaparkan hasil penelitian disertasi, melainkan juga menjadi ruang berbagi inovasi dengan para guru.

Melalui bahan ajar digital itu, para guru diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran kreatif dengan memanfaatkan potensi budaya lokal.

“Saya tidak hanya memaparkan hasil penelitian, tetapi juga berbagi produk dan pengalaman yang semoga dapat bermanfaat dan diadaptasi di kelas Bapak dan Ibu masing-masing, termasuk dengan memasukkan cerita rakyat khas Berau ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris,” tambahnya.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari para guru yang hadir. Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten Berau, Zakaria Efendi, menilai e-book tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber belajar untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMK.

Selain membantu siswa mempelajari teks naratif, bahan ajar itu dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Berau melalui materi pelajaran.

“Produk ini layak digunakan sebagai bahan ajar bagi guru-guru Bahasa Inggris di SMK dan sangat menarik untuk diimplementasikan di dalam kelas. Melalui bahan ajar ini, siswa juga dapat mengenal budaya Berau,” ujar Zakaria.

Guru SMKN 2 Berau, Herli, berharap bahan ajar tersebut segera dipublikasikan agar dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

“Produk ini sangat bagus untuk diterapkan di dalam kelas. Semoga produk ini segera dirilis, sehingga dapat kami gunakan dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Pengembangan e-book ini menjadi salah satu upaya memadukan pemanfaatan teknologi pendidikan dengan pelestarian budaya daerah. 

Cerita rakyat Berau dikemas dalam bahan ajar digital agar dapat digunakan secara lebih menarik dan kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya diharapkan mampu memahami struktur dan unsur kebahasaan teks naratif, tetapi juga semakin mengenal serta menghargai kekayaan budaya di daerahnya.

Bagi para guru, inovasi ini membuka peluang untuk menjadikan cerita rakyat sebagai alternatif materi pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik.

Para guru yang mengikuti diseminasi pun berharap produk tersebut segera dapat digunakan di sekolah masing-masing. 

Mereka juga memberikan dukungan kepada Sutiawati agar lancar menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Sutiawati berharap, pengembangan bahan ajar digital berbasis cerita rakyat ini dapat memperluas pemanfaatan kearifan lokal dalam dunia pendidikan.

“Dengan demikian, cerita rakyat Berau tidak hanya dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga terus diwariskan melalui proses pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (*)