BERAU TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau secara resmi merilis data inflasi daerah untuk periode Mei 2026.

Berdasarkan catatan terbaru, inflasi bulanan (month-to-month) di Bumi Batiwakkal terpantau berada di angka 0,16 persen pada Mei 2026.

Kenaikan signifikan pada tarif angkutan udara serta fluktuasi sejumlah komoditas kebutuhan pokok menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga barang dan jasa selama periode tersebut.

Inflasi tahunan (year-on-year) Berau berada di angka 2,88 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) angka 1,26 persen.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, mengatakan, jika melihat kondisi secara keseluruhan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Berau pada Mei 2026 kini tercatat menyentuh level 111,68, atau mengalami kenaikan dibandingkan April 2026.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Adrikni/BT)
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Adrikni/BT)

Meski mengalami inflasi, ia menegaskan laju kenaikan harga di pasar secara umum masih relatif aman dan terkendali.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Mei 2026 itu angkutan udara, sepeda motor, minyak goreng, cabai merah, tomat, beras, ayam goreng, pelumas atau oli mesin, semangka, dan ikan bakar,” ujar Yudi kepada Berauterkini, Rabu (3/5/2026).

Merujuk data yang dirilis BPS Berau, kelompok transportasi menjadi sektor penyumbang inflasi terbesar sepanjang Mei 2026.

Kelompok ini tercatat mengalami inflasi sektoral yang cukup tinggi yakni 1,65 persen, serta langsung memberikan andil bersih 0,21 persen terhadap total inflasi bulanan di Berau.

Menurut Yudi, kenaikan harga tiket angkutan udara menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh dan sensitif terhadap pergerakan angka inflasi pada bulan lalu. 

Selain transportasi udara, merangkaknya harga sejumlah bahan pangan pokok seperti cabai merah, tomat, beras, dan minyak goreng turut mendorong kenaikan indeks harga konsumen secara makro.

Di sisi lain, BPS Berau juga mencatat adanya beberapa komoditas pasar yang justru memberikan andil positif terhadap deflasi alias mengalami penurunan harga. 

Komoditas yang terpantau turun harga tersebut antara lain ikan layang, daging ayam ras, bayam, kangkung, bawang merah, jagung manis, udang basah, emas perhiasan, sabun detergen bubuk, hingga produk sampo.

“Beberapa komoditas pangan mengalami penurunan harga sehingga bisa menahan laju inflasi yang lebih tinggi. Tapi kenaikan tarif transportasi dan sejumlah bahan kebutuhan pokok masih jadi faktor dominan inflasi Mei,” jelas Yudi.

Ke depan, pihaknya menilai perkembangan fluktuasi harga pada periode Mei 2026 ini masih sangat perlu untuk terus dicermati.

Terutama pada pergerakan komoditas pangan segar dan sektor transportasi yang selama ini terbukti memiliki kontribusi dan pengaruh besar terhadap inflasi di Berau.

“Kita harap dengan pemantauan yang berkelanjutan, stabilitas harga tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu,” tutup Yudi. (*)