BERAU TERKINI – Tak hanya aspek geologi, tim verifikasi nasional juga menilai aspek warisan budaya dan keanekaragaman hayati dalam penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Kabupaten Berau tengah kedatangan tamu dari tim verifikasi nasional jelang penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai geopark nasional.

Dalam kunjungan verifikasi lapangan itu, tim verifikasi nasional mengungkapkan tiga aspek penting yang menjadi penilaian.

Ketua Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Prof Mega Fatimah Rosana mengatakan, konsep geopark tidak hanya bertumpu pada aspek geologi (geoheritage).

Aspek lain yang juga penting dan masuk dalam penilaian adalah aspek warisan budaya (cultural heritage) dan aspek keanekaragaman hayati (biodiversity).

Ketua Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Prof Mega Fatimah Rosana, saat berada di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau. (IST)
Ketua Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Prof Mega Fatimah Rosana, saat berada di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau. (IST)

“Geopark memiliki tiga pilar utama, yaitu geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati. Budaya itu tidak hanya yang berwujud benda, tetapi juga yang tidak berwujud, seperti kuliner, tradisi, hingga kearifan lokal masyarakat,” katanya.

Karena itu, Prof Mega Fatimah Rosana menilai warisan sejarah dan budaya di Kabupaten Berau juga memiliki peluang besar untuk menjadi daya tarik yang memperkuat identitas kawasan geopark.

Atas dasar itu juga, tim verifikasi nasional juga mengunjungi sejumlah daya tarik wisata di Berau serta situs bersejarah.

“Kebetulan kami juga mengunjungi dua kesultanan di Berau. Itu merupakan bagian dari budaya yang bisa dikolaborasikan dalam pengembangan geopark. Nantinya bisa ada kerja sama untuk memperkuat edukasi mengenai sejarah kesultanan kepada masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.

“Teluk Bayur bisa dieksplorasi lagi. Misalnya wisata sejarah tambang atau kawasan kota tua. Itu menjadi bagian dari budaya yang dapat memperkaya daya tarik geopark,” tambahnya.

Lebih jauh, pihaknya mengungkapkan lini masa penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Geopark Nasional.

Kesultanan Gunung Tabur kini menjadi Museum Batiwakkal (Ist)
Kesultanan Gunung Tabur kini menjadi Museum Batiwakkal (Ist)

Dia menjelaskan, usai verifikasi lapangan, tim verifikasi nasional akan menggelar rapat lintas kementerian untuk menentukan status Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Menurutnya, kepastian status Geopark Sangkulirang-Mangkalihat baru akan diketahui setidaknya pada bulan Oktober 2026 mendatang.

“Kami hanya melaporkan apa yang kami lihat di lapangan dan mencocokkannya dengan dokumen. Nanti keputusan akan dibahas dalam rapat antar kementerian,” ujarnya.

“Biasanya Oktober sudah ada rekomendasi dari rapat lintas kementerian. Setelah itu tinggal menunggu proses administrasi hingga SK kementerian diterbitkan,” jelasnya.