BERAU TERKINI — Dinas Kesehatan Berau terus memperluas screening HIV di berbagai layanan kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan bukan hanya untuk menemukan kasus lebih awal, tetapi juga mencegah potensi penularan meluas.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan, pemeriksaan HIV dapat diakses masyarakat melalui puskesmas.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan HIV bukan berarti semakin buruk kondisi kesehatan di suatu daerah.
Sebaliknya, tingginya angka pemeriksaan menjadi tanda semakin banyak masyarakat yang berani mengetahui status kesehatannya.
Lamlay mengatakan, petugas kesehatan juga tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi melakukan screening secara aktif dengan menyasar kelompok maupun lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko penularan.
“Kalau angka tes, sebanyak-banyaknya justru tidak apa-apa. Kita ingin semakin banyak yang diperiksa. Tetapi kalau angka kasus, kita berharap jangan meningkat,” ujar Lamlay.
Data Dinkes Berau menunjukkan cakupan pemeriksaan HIV memang mengalami peningkatan.
Sepanjang 2024, tercatat sebanyak 5.761 pemeriksaan. Jumlah itu meningkat menjadi sekitar 7.257 pemeriksaan pada 2025.
Sementara hingga 2026, pemeriksaan yang tercatat sejauh ini mencapai sekitar 3.136 orang.
Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena tahun berjalan belum berakhir dan kegiatan screening masih terus dilakukan.
Lamlay menegaskan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara angka pemeriksaan dan angka temuan kasus.
Meningkatnya jumlah orang yang dites tidak otomatis berarti kasus HIV juga meningkat.
“Ini harus dibedakan, apakah angka itu jumlah yang dites atau angka temuan kasus. Kalau tes, semakin banyak semakin baik. Yang kita harapkan justru angka kasus barunya jangan meningkat,” tegasnya.
Hingga 2026, Dinkes Berau mencatat terdapat 34 temuan kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan ibu hamil yang teridentifikasi HIV.
“Pasti ada potensi penularan ke anak. Tetapi setelah anak lahir akan ada pemeriksaan lanjutan,” kata Lamlay.
Screening HIV pun kini tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan khusus, tetapi turut terintegrasi dalam sejumlah layanan yang telah berjalan di masyarakat. Salah satunya pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin.
Menurut lamlay, pemeriksaan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengetahui kondisi kesehatan pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Jika ditemukan infeksi, penanganan dapat dilakukan lebih dini.
“Untuk tes itu memang kita harapkan sebanyak-banyaknya. karena sekarang calon pengantin juga diharuskan melakukan pemeriksaan,” tutupnya. (*)
