BERAU TERKINI – Material tanah yang berserakan di Jalan Durian III, Tanjung Redeb, menjadi sorotan masyarakat.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga melalui kolom komentar di akun media sosial Berau Terkini karena dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Mereka menilai material yang tercecer di badan jalan perlu segera dibersihkan agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara.
Warga berharap pemerintah lebih memperhatikan persoalan tersebut karena material yang berserakan berpotensi membahayakan pengendara.

Komentar lainnya menyoroti material pasir di Jalan Perjuangan yang disebut sudah lama tidak dibersihkan.
Ada pula warga yang mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas kondisi jalan tersebut.
Menanggapi keluhan masyarakat itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, meminta kendaraan pengangkut material turut bertanggung jawab apabila muatannya menyebabkan tanah berserakan di jalan.
“Saya minta kendaraan yang membawa material tersebut bertanggung jawab terhadap masalah ini,” ujarnya saat di konfirmasi berauterkini, Sabtu (10/10/2026).
Terkait regulasi pengangkutan material di dalam wilayah perkotaan, Zulkifli mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan.
“Kalau regulasi itu bisa langsung ke Dinas Perhubungan untuk lebih jelasnya,” tuturnya.
Menurutnya, aturan mengenai pengangkutan material perlu menjadi perhatian agar aktivitas kendaraan pengangkut tidak menimbulkan persoalan kebersihan maupun gangguan bagi pengguna jalan.
Ia menambahkan, DLHK Berau telah berupaya keras melakukan pembersihan jalan.
Namun, penanganan persoalan material yang terus tercecer juga membutuhkan tanggung jawab dari pihak yang melakukan aktivitas pengangkutan.
Karena itu, diperlukan perhatian bersama antara pihak pengangkut material dan instansi terkait agar kebersihan jalan tetap terjaga serta keselamatan pengguna jalan tidak terganggu. (*)
