BERAU TERKINI – Aksi pencurian yang terjadi di Jalan Bulungan, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, berhasil diungkap polisi dalam waktu kurang dari 24 jam.
Seorang perempuan berinisial MH dibekuk polisi di Jalan Murjani II, Tanjung Redeb, setelah diduga mencuri perhiasan emas dan uang tunai milik korban.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, melalui Kanit Pidum Polres Berau, Iptu Multahadi Adam, membenarkan pengungkapan kasus tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Adam menjelaskan, kasus itu pertama kali diketahui ketika istri korban pulang ke rumah sekitar pukul 13.20 WITA. Saat berada di dalam rumah, ia mendengar suara celengan elektrik.
Merasa curiga, perempuan tersebut kemudian memeriksa lemari dan mendapati celengan dalam kondisi sudah terbuka.
“Jadi korban kaget, celengan itu sudah terbuka,” kata Adam.
Kecurigaan semakin kuat setelah korban melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang berharga yang disimpan di rumah.
Tiga cincin emas dan satu gelang dengan berat hampir 15 gram hilang. Selain itu, uang tunai sebesar Rp400 ribu juga raib.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp40 juta.
Berbekal hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan.
Tidak membutuhkan waktu lama, petugas akhirnya mengantongi identitas seseorang yang diduga kuat terlibat dalam pencurian tersebut.
Saat pertama diamankan, MH sempat mengelak dan tidak mengakui perbuatannya.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, perempuan tersebut akhirnya mengakui keterlibatannya dalam pencurian.
“Motif masih kami dalami dulu,” ujar Adam.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pencurian tersebut, termasuk memastikan apakah antara pelaku dan korban sebelumnya saling mengenal.
Adam menyebut, dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi.
“MH ini juga merupakan residivis. Alasannya karena terdesak ekonomi, tapi kami masih lakukan pendalaman, termasuk apakah pelaku dan korban saling kenal,” pungkasnya. (*)
