BERAU TERKINI – Maraknya aksi balap liar yang kerap menggunakan ruas Jalan Pemuda dan Jalan APT Pranoto kembali dikeluhkan warga.

Suara bising knalpot yang mengganggu waktu istirahat serta cara berkendara ugal-ugalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan di tengah malam.

Lurah Gayam, Purwawijaya, mengungkapkan, pihaknya telah mendirikan posko khusus anti balap liar yang berjalan selama lima bulan terakhir. 

Namun, upaya tersebut dinilai belum memberikan efek jera secara maksimal karena ketiadaan regulasi tegas yang dapat dijadikan pegangan hukum di lapangan.

“Makanya harus ada kajian khusus tentang hal-hal anak-anak, kita lindungi anak-anak yang di bawah umur berkeliaran tengah malam. Harus ada aturan pemerintah, sehingga kita bisa menggiring mereka,” jelas Purwawijaya kepada Berauterkini, Kamis (24/9/2026).

Razia balap liar di Tanjung Redeb.
Razia balap liar di Tanjung Redeb.

Selama ini, penanganan yang dapat dilakukan aparat kelurahan bersama posko penjagaan hanya sebatas membubarkan kerumunan dan memberikan imbauan agar para pelaku segera kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Tanjung Redeb, Nur Hadi, mengakui, fenomena balap liar merupakan persoalan klasik yang penanganannya kerap menemui jalan buntu.

Hal itu terjadi karena para pelaku yang sering berpindah-pindah lokasi, mulai kawasan sekitar Masjid Agung, Jalan Gatot Subroto di Rinding, hingga ke Jalan Pemuda.

“Cuma tidak ada solusi sampai sekarang. Dikasih solusi masih timbul lagi,” kata Nur Hadi. 

Ia juga menambahkan, pola penindakan di lapangan saat ini jauh lebih terbatas dibandingkan masa lalu karena harus menghindari tindakan represif yang berlebihan.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Berau, Dwi Heri, menjelaskan, pihaknya tetap berupaya melakukan pembubaran aksi ugal-ugalan tersebut. 

Kendati demikian, prosedur penertiban kini harus dilakukan secara sangat hati-hati demi menjaga marwah institusi serta mematuhi standar operasional yang berlaku.

“Karena kami mau berbuat itu harus betul-betul mempertimbangkan efek baik-buruknya di mata masyarakat,” ucap Dwi Heri. 

Ia juga tidak menampik efektivitas pergerakan instansinya sedikit terkendala banyaknya kekosongan jabatan struktural di lingkup Organisasi Perangkat Daerah.

Sementara itu, Camat Tanjung Redeb, Ahmad Juhri, memastikan, laporan warga sejauh ini masih terpusat di kawasan Jalan APT Pranoto dan Jalan Pemuda. 

Pihaknya berencana mengambil langkah tegas melalui operasi terpadu yang melibatkan seluruh instansi terkait guna memberantas balap liar hingga ke akar-akarnya.

“Kami sepakat semua instansi terkait, semua yang hadir, termasuk RT juga, kita akan melakukan aksi bersama nanti jadwalnya masih dirahasiakan karena takut bocor, itu ke semua tempat,” tutupnya. (*)