BERAU TERKINI – RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, diketahui masih kekurangan fasilitas untuk pasien cuci darah (hemodialisa).

Keterbatasan ini membuat antrean pasien menjadi sangat panjang, bahkan memaksa sebagian warga Berau harus berobat ke luar daerah.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendesak manajemen rumah sakit untuk segera menambah kapasitas ruangan.

Langkah ini dinilai mendesak agar 55 pasien asal Berau yang saat ini terpaksa menjalani perawatan cuci darah di luar kota bisa kembali berobat di daerah sendiri.

Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram, menjelaskan, saat ini rumah sakit plat merah tersebut baru memiliki delapan unit mesin cuci darah.

Untuk memenuhi kebutuhan ideal, pihaknya menargetkan tambahan belasan unit mesin baru tanpa membebani keuangan daerah.

“Target kami adalah 18-20 mesin, tidak menggunakan anggaran daerah,” ujar Jusram usai pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia, Rabu (1/7/2026).

Sebagai solusi cepat memperluas daya tampung pasien, Jusram membeberkan rencana taktis manajemen untuk mengalihfungsikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) lama menjadi ruang khusus pelayanan cuci darah yang baru.

Pihak rumah sakit menargetkan proses renovasi gedung serta kedatangan mesin-mesin cuci darah tambahan tersebut dapat rampung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Kendati infrastruktur dan alat medis siap digenjot, Jusram mengakui tantangan terbesar saat ini justru berada pada kesiapan tenaga medis penunjang.

Sebab, rasio jumlah mesin yang beroperasi wajib sebanding dengan ketersediaan perawat dan dokter spesialis yang bersertifikasi.

“Yang menjadi PR kami adalah menyiapkan SDM-nya, karena SDM juga menjadi perhitungan pelaksanaan itu, karena jumlah mesin harus sebanding dengan jumlah SDM,” ungkapnya. (*)