BERAU TERKINI – Status Maju dan Mandiri yang disandang sejumlah kampung di Kabupaten Berau dinilai belum cukup jika kampung masih bergantung penuh pada dana transfer dari pemerintah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong pemerintah kampung menggali sumber ekonominya sendiri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan, kemandirian sejati tidak hanya diukur dari status dalam indeks desa.
“Kita inginkan kampung benar-benar mandiri adalah kampung yang mampu membiayai sebagian kebutuhannya dari potensi yang kampungnya miliki,” ucapnya.
Bertambahnya jumlah kampung Maju dan Mandiri tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri.
Capaian itu dinilai kurang bermakna apabila tata kelola pemerintahan dan perencanaan anggaran di tingkat kampung masih lemah.
Ketergantungan pada dana transfer berisiko membuat pembangunan kampung terhenti ketika alokasi anggaran berkurang.
“Bukan sekedar naik status tapi kita ingin kampung tetap bisa bertahan walaupun anggaran dari pemerintah berkurang,” jelasnya.
Pendapatan Asli Kampung (PAK) perlu diperkuat melalui pemanfaatan potensi lokal, mulai dari usaha yang dikelola kampung hingga pengelolaan aset.
Dengan begitu, kampung memiliki ruang fiskal yang lebih leluasa untuk membiayai program sesuai kebutuhan warganya.
Di sisi lain, DPMK Berau juga memiliki pekerjaan rumah untuk mendorong 30 kampung yang masih berstatus Berkembang agar naik status.
Pemetaan indeks desa dilakukan agar pembinaan dapat disesuaikan dengan kondisi tiap kampung, termasuk dalam membuka peluang ekonomi lokal.
“Harapannya ke depan kampung tidak hanya naik status di atas kertas, tetapi juga mampu berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi,” tandasnya. (*)
