BERAU TERKINI – Program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru yang disiapkan pemerintah melalui Dinas Pendidikan mendapat sambutan positif dari para orang tua.

Meski demikian, sebagian orang tua berharap penyaluran seragam dapat dilakukan lebih cepat agar tidak menambah beban pengeluaran di awal tahun ajaran.

Salah seorang orang tua murid baru, Marta, mengaku telah menerima informasi dari pihak sekolah bahwa pemerintah akan menyediakan tiga jenis seragam, yakni seragam merah putih, pramuka, dan batik.

Sementara itu, seragam olahraga tetap disediakan oleh masing-masing sekolah, termasuk atribut sekolah lainnya.

Meski mengetahui akan mendapat seragam gratis, Marta tetap membeli satu set seragam merah putih untuk kebutuhan sekolah anaknya selama masa awal pembelajaran.

“Untuk sekarang saya cuma belikan baju merah putih dulu buat dipakai sekolah, sementara menunggu seragam gratis tersedia. Informasinya, seragam gratis baru akan dibagikan sekitar satu sampai dua bulan lagi,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pendataan penerima seragam gratis dilakukan langsung pihak sekolah.

Setiap sekolah mendata jumlah murid baru yang diterima, termasuk mengukur ukuran seragam masing-masing siswa.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah yang nilainya tidak sedikit.

“Intinya, seragam gratis tahun ini sangat membantu orang tua murid,” katanya.

Di sisi lain, orang tua murid lainnya, Hariadi, menilai waktu penyaluran seragam perlu menjadi perhatian. 

Menurutnya, apabila pembagian baru dilakukan satu hingga dua bulan setelah tahun ajaran dimulai, orang tua tetap harus mengeluarkan biaya untuk membeli seragam agar anak dapat mengikuti kegiatan belajar.

“Kalau memang ada seragam gratis, kenapa orang tua tetap harus beli seragam di awal dan menunggu satu sampai dua bulan? Akhirnya kami tetap harus membeli seragam dulu supaya anak bisa sekolah,” ujarnya.

Ia berharap, ke depan distribusi seragam gratis dapat dilakukan sebelum atau bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Sehingga, manfaat program dapat dirasakan secara maksimal tanpa membuat orang tua mengeluarkan biaya tambahan di awal masuk sekolah. (*)