BERAU TERKINI – Kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Berau.
Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU yang masih memiliki stok BBM.
Salah seorang warga, Zakir, mengaku rela mengantre demi mendapatkan BBM karena stok di sejumlah SPBU maupun penjual eceran sulit ditemukan.
“Antre di sini buat cari BBM saja, karena di SPBU dan eceran kosong semua,” ujarnya.
Menurut Zakir, kelangkaan BBM sudah dirasakannya selama kurang lebih satu bulan terakhir.
Ia menilai kondisi di Berau berbeda dengan daerah lain yang masih relatif mudah mendapatkan BBM non-subsidi.
“Saya kebetulan dari Banjarmasin. Kalau di sana untuk Pertamax dan Pertamax Turbo masih cukup mudah didapat. Yang paling susah memang di Berau,” katanya.
Zakir mengaku baru ikut mengantre pada hari itu karena sebelumnya masih disibukkan pekerjaan.
Namun saat tiba di lokasi, antrean kendaraan sudah sangat panjang hingga menyebabkan banyak kendaraan kehabisan bahan bakar sebelum mencapai pompa pengisian.
“Antri baru hari ini karena ada kerjaan. Ternyata antreannya panjang sekali sampai mobil sudah tidak bisa jalan lagi. Semoga cepat teratasi karena ini termasuk kebutuhan pokok kita,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Prayoga. Ia mengatakan harus menunggu sekitar satu setengah jam untuk bisa mendapatkan BBM.
“Saya antre sekitar satu setengah jam baru bisa isi bensin. Pas giliran saya langsung saya isi penuh,” ujarnya.
Beruntung, Prayoga masih sempat mendapatkan BBM sebelum stok habis.
Ia bahkan mengaku menjadi salah satu pelanggan terakhir yang dilayani oleh SPBU tersebut.
“Kebetulan saya orang terakhir yang dapat. Sisanya yang di belakang saya disuruh putar balik karena stok sudah habis,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan BBM di Berau di tengah terbatasnya pasokan yang tersedia.
Masyarakat berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal, sehingga aktivitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi tidak terganggu akibat sulitnya memperoleh bahan bakar. (*)
