BERAU TERKINI – Warga Berau menjalani hari kurang baik hari ini usai kesulitan mendapatkan BBM di tengah situasi kabut asap.
Kabut asap akibat karhutla di Berau belum sepenuhnya hilang. Bahkan kabut asap terasa semakin pekat dalam beberapa hari terakhir.
Situasi itu seakan bertambah buruk bagi warga Berau karena pada hari Senin (31/8/2026) ini kesulitan mendapatkan BBM.
Sejumlah SPBU di Tanjung Redeb diserbu warga, terlihat antrean panjang kendaraan di SPBU Jalan H Isa, SPBU Bujangga.

Sidak Pemkab Berau
Antrean panjang dan sulitnya warga mendapatkan BBM menjadi perhatian Pemkab Berau.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Berau, Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya menemukan kendaraan yang tercatat melakukan pengisian BBM dalam waktu yang berdekatan.
Bahkan, terdapat kendaraan yang kembali melakukan pengisian setelah sebelumnya tercatat mengisi BBM.
“Memang verifikasi SPBU berjalan. Tapi tadi kita lihat terakhir mengisi baru kemarin, kemudian mengisi lagi. Padahal baru tanggal 30 mengisi tanggal 31 sudah mengisi lagi” ujarnya.
Menurut Slamet, pola pengisian berulang tersebut perlu diawasi karena berpotensi mengurangi ketersediaan BBM yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat luas.
“Ini perlu diawasi karena tidak mungkin mengisi full tank semalam saja sudah habis,” tegasnya.
“Kalau satu mobil melakukan hal yang sama dan itu dilakukan terus, tentu akan berpengaruh. Ini yang perlu kerja sama semua pihak untuk menyelesaikannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.
Termasuk melihat apakah aktivitas tersebut mengarah pada dugaan penimbunan atau bentuk penyelewengan distribusi BBM.
Dia menilai pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Pengelola SPBU, Pertamina, maupun aparat penegak hukum perlu terlibat untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.
“Kita sudah temukan di lapangan. Ini perlu kerja sama semua pihak, karena saat ini tindakannya bukan dari bidang ekonomi. Tapi pada opd terkait yaitu Diskoperindag dan kami sudah berkoordinasi sebelum melakukan sidak tadi,” katanya.
Kondisi antrean BBM yang terjadi saat ini tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan pengisian berulang maupun menimbun BBM.
Sebab, jika praktik tersebut dilakukan secara luas, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai kepentingan masyarakat luas justru terganggu karena ada yang melakukan pengisian berulang atau menimbun BBM,” ujarnya.
Penjelasan PT Pertamina Patra Niaga
Pihak PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal kesulitan warga Berau dalam mendapatkan BBM.
Salah satu penyebabnya adalah kendala pasokan distribusi BBM untuk wilayah Berau.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, memastikan, distribusi kini mulai diperkuat untuk mempercepat pemulihan stok di seluruh wilayah.
Langkah tersebut dilakukan menyusul tibanya kapal pengangkut BBM yang telah bersandar di Fuel Terminal Berau pada Senin malam (31/8/2026).
Kedatangan kapal ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sempat kesulitan mendapatkan BBM, khususnya Pertalite.

Edi Mangun mengatakan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah percepatan agar pasokan BBM segera merata ke seluruh SPBU di Kabupaten Berau.
Salah satunya dengan memajukan operasional Fuel Terminal Berau dari pukul 07.00 WITA menjadi pukul 05.00 WITA.
Kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat proses pengiriman BBM ke SPBU dan mempercepat normalisasi pelayanan.
“Hari ini, Pertamina mengoptimalkan pengiriman Pertalite secara bertahap ke SPBU di wilayah Kabupaten Berau. Operasional terminal juga dimulai lebih awal untuk mempercepat proses distribusi dan mendukung pemulihan pelayanan di seluruh titik penyaluran,” ujar Edi.
Menurutnya, setelah proses penerimaan dan penyiapan produk selesai dilakukan, distribusi BBM ke SPBU akan kembali berjalan normal mulai Selasa (1/9/2026).
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan sedang dalam proses penguatan dan penyaluran terus dilakukan. Kami juga melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan SPBU dan seluruh pihak terkait agar pelayanan kepada masyarakat segera kembali optimal,” jelasnya.
Pelaku Penimbun BBM Diamankan
Sementara itu, Polres Berau berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti penimbunan BBM.
Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Muhammad Fajri, menegaskan praktik penimbunan BBM menjadi perhatian kepolisian karena berpotensi merugikan masyarakat.
Terutama di tengah kondisi kelangkaan, dan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Menurutnya, kepolisian secara berkala melakukan sidak, maupun pemeriksaan secara acak untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM.
Dari hasil kegiatan tersebut, sepanjang tahun ini, Satreskrim Polres Berau telah mengungkap empat kasus penimbunan BBM dengan total lima tersangka.

“Empat kasus kemarin itu ada lima tersangka. Dari itu sudah kita limpahkan ke kejaksaan. Mereka pengepul. Modusnya mengumpulkan BBM, kemudian menyalahgunakan dan meniagakannya,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku diamankan setelah kedapatan menimbun BBM, untuk kemudian diperjualbelikan kembali. Seluruh perkara tersebut kini telah memasuki tahap II, atau telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
Berdasarkan data Polres Berau, kasus pertama terjadi pada Februari dengan tersangka ARD (20). Polisi mengamankan sekitar 30 jeriken berisi solar subsidi di wilayah Sambaliung.
Kemudian pada April, polisi kembali mengungkap dua kasus. Tersangka DA (20) diamankan dengan barang bukti 480 liter solar subsidi di kawasan Jalan Gatot Subroto.
Sementara tersangka MN (20) diamankan di wilayah Gunung Panjang dengan barang bukti 480 liter solar subsidi.
Kasus berikutnya juga terjadi pada April. Polisi mengamankan dua tersangka berinisial RN (22) dan VP (37) bersama sebuah tangki yang berisi sekitar 8.000 liter Pertalite subsidi.
Secara keseluruhan, dari empat perkara tersebut polisi mengamankan sekitar 1.500 liter solar subsidi dan 8.000 liter Pertalite subsidi.
Fajri menambahkan, persoalan kelangkaan BBM di Berau juga telah menjadi perhatian bersama. Polres Berau sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Pertamina, pengelola SPBU, serta Pemerintah Kabupaten Berau.
Tujuannya, untuk mencari solusi agar penyaluran BBM subsidi dapat berjalan sesuai peruntukannya.
“Kita di sana mencoba mencari solusi paling tepat supaya BBM subsidi itu bisa tersalurkan tepat pada sasarannya,” katanya.
Ke depan, pihaknya juga berencana kembali menggelar rapat koordinasi, untuk menindaklanjuti persoalan kelangkaan BBM yang masih terjadi di lapangan.
“Kita akan lakukan rapat koordinasi kembali untuk menindaklanjuti isu kelangkaan BBM ini,” tegasnya.
