BERAU TERKINI – Menjelang masa libur panjang Natal, Tahun Baru, dan libur sekolah, Pemerintah Kabupaten Berau mengimbau seluruh pihak untuk mematangkan persiapan di berbagai destinasi wisata unggulan. 

Langkah antisipasi ini dinilai penting untuk menyambut lonjakan wisatawan pada periode high season.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan, kesiapan daerah tidak hanya berfokus pada penyajian objek wisata semata, tetapi juga mencakup pengelolaan kebersihan lingkungan, jaminan keamanan, hingga kepastian harga di lapangan.

Ia mengingatkan jajaran pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kampung bersama para pelaku usaha pariwisata agar transparan dan rasional dalam menetapkan tarif pelayanan bagi pengunjung.

“Baik harga hotel, penginapan, harga makan, minum, harga transportasi agar supaya meringankan bagi para wisatawan. Jangan menjadi sebuah campaign yang kurang bagus ketika harga diibaratkan kalkulator rusak buat Kabupaten Berau kalau itu terjadi,” tegas Gamalis kepada Berauterkini.

Gamalis menambahkan, dibukanya Jembatan Nibung yang menghubungkan Berau dan Kutai Timur di wilayah pesisir diproyeksikan akan memperlancar arus kedatangan wisatawan jalur darat dari luar daerah.

Oleh karena itu, penataan serta perhitungan kapasitas daya tampung hotel, penginapan, dan homestay harus dipersiapkan sejak dini di wilayah pesisir, hulu, maupun perkotaan. 

Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian libur panjang sebelumnya, di mana sejumlah wisatawan terpaksa menginap di fasilitas umum akibat kehabisan kamar.

“Pemda dengan kondisi hari ini harus betul-betul mempersiapkan diri untuk menyambut para tamu wisatawan. Daya tampung ini juga harus diperhitungkan, daya tampung hotel, penginapan, homestay dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*)