BERAU TERKINI – Berawal dari pengalaman sulitnya mempelajari fotografi dan videografi secara mandiri, Assafani Nualy, Founder Rumah Aksara Creative (RAC), membuka wadah belajar fotografi dan videografi secara gratis bagi kawula muda di Berau.
Assafani mengatakan, RAC merupakan bagian dari komitmennya untuk berbagi ilmu sekaligus mendorong generasi muda Berau memiliki keterampilan di bidang industri kreatif.
Ia mengawali perjalanan tersebut melalui Aksara, brand fotografi komersial yang didirikannya sejak 2013 silam untuk memenuhi kebutuhan fotografi dan videografi warga Berau.
“Dulu saya pribadi belajar foto dan video susah banget. Saat saya belajar pada 2009, di Berau belum ada wadah seperti itu. Saya kemudian berjanji, kalau Allah memberikan jalan, saya akan membuka kelas gratis dan membagikan ilmu foto dan video,” ujar Assafani.

Program berbagi ilmu tersebut sebenarnya telah dijalankan sejak 2014. Saat itu, Assafani menawarkan diri untuk mengajar ekstrakurikuler fotografi dan videografi secara gratis di sejumlah sekolah.
Dari beberapa sekolah yang dihubungi, SMAN 1 Berau dan SMKN 1 Berau menjadi dua sekolah yang menerima tawaran tersebut. Ia mengajar selama sekitar satu tahun sebelum terkendala keterbatasan peralatan dan biaya untuk menunjang kegiatan praktik.
Kini, kegiatan belajar kembali dikembangkan melalui RAC.
Materi yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan peserta, mulai dari pengenalan kamera, pengaturan kamera, pencahayaan, segitiga eksposur hingga berbagai teknik fotografi dan videografi.
Tidak hanya belajar secara teori, peserta juga diajak langsung terjun ke lapangan. Bahkan, ketika terdapat proyek seperti pernikahan atau prewedding, peserta yang tergabung dalam grup belajar dapat ikut mendokumentasikan kegiatan tersebut.
Menurut Assafani, praktik langsung membuat peserta lebih cepat memahami proses kerja di dunia fotografi dan videografi.
Kegiatan belajar biasanya dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Di luar jadwal tersebut, peserta juga dapat melakukan kegiatan seperti membedah hasil foto ketika memiliki waktu luang.
RAC terbuka bagi siapa saja, mulai dari pelajar SMP, SMA, mahasiswa hingga masyarakat umum. Tidak ada batasan usia maupun kewajiban memiliki peralatan fotografi sendiri.
Assafani menyebut saat ini pihaknya telah menyediakan beberapa kamera untuk digunakan peserta. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat kebutuhan peralatan juga terus bertambah.
“Jangan mikirin peralatan, kita sediakan untuk kalian belajar. Yang penting kalian serius di bidang ini,” katanya.
Ia berharap RAC dapat menjadi ruang regenerasi bagi fotografer dan videografer muda di Berau. Menurutnya, kemampuan di bidang kreatif semakin penting di tengah perkembangan dunia digital.
“Pintar saja tidak cukup, ijazah saja tidak cukup. Kita harus punya keterampilan, apalagi sekarang serba digital. Skill foto dan video saat ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Assafani juga mengajak anak-anak muda Berau yang tertarik mempelajari fotografi dan videografi untuk bergabung dan belajar bersama di Rumah Aksara Creative.
Bagi yang ingin bergabung dengan RAC, dapat mengunjungi langsung basecamp RAC di Jalan SM.Aminuddin, Tanjung Redeb atau menghubungi akun instagram @rumahaksara.creative. (M/BT/SLZ)
