BERAU TERKINI – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) BRCG terus menggencarkan progam intervensi stunting dan gizi buruk bagi warga di lingkar tambang.

Kali ini, PT PAMA bersama Pemerintah Kampung Gurimbang dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengoptimalkan peran Posyandu, khususnya dalam memantau kesehatan ibu hamil dan anak-anak.

Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah, mengatakan, penanganan ibu hamil menjadi salah satu perhatian utama. Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting dalam memastikan kondisi ibu dan anak terpantau sejak dini.

“Penanganan ibu hamil ini sangat penting. Maka dari itu, melalui Posyandu harus bekerja keras mengatasi permasalahan ini agar ke depannya anak-anak bisa tumbuh lebih baik dan sehat,” ujar Juliansyah, Sabtu (19/9/2026).

Managemen PT PAMA saat menghadiri kegiatan posyandu di Kampung Gurimbang. (PAMA/BT)
Managemen PT PAMA saat menghadiri kegiatan posyandu di Kampung Gurimbang. (PAMA/BT)

Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat berjalan secara konsisten sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapan kami dari pemerintah kampung, semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara konsisten dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Dinkes Berau. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Berau, Suhartini, menilai dukungan CSR PAMA di bidang kesehatan, merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam membantu pemerintah daerah.

Managemen PT PAMA saat menghadiri kegiatan posyandu di Kampung Gurimbang. (PAMA/BT)
Managemen PT PAMA saat menghadiri kegiatan posyandu di Kampung Gurimbang. (PAMA/BT)

Meski demikian, Suhartini mengingatkan masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan, salah satunya meningkatkan kunjungan masyarakat ke Posyandu.

“Kami selalu siap membantu,” tegasnya.

Dukungan serupa disampaikan Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Berau, Junaidi. Mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih, ia mengapresiasi kontribusi PAMA dalam mendukung program pemerintah.

Khususnya melalui screening kesehatan layak hamil bagi pasangan usia subur (PUS) serta pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).

“Kegiatan positif ini perlu mendapat acungan jempol, ini langkah bagus,” ujar Junaidi menyampaikan pesan Bupati Berau.

Ia berharap, kolaborasi serupa dapat diikuti perusahaan lain yang beroperasi di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, dukungan terhadap program kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertambangan, tetapi juga perusahaan perkebunan dan sektor usaha lainnya.

“Saya pribadi juga sampaikan terima kasih apa yang dilakukan oleh manajemen PAMA ini,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Project Manager PAMA, Kushartanto, mengatakan persoalan stunting merupakan pekerjaan rumah bersama.

Karena itu, pihaknya ingin mengambil bagian dalam upaya pemerintah menekan kasus stunting dan gizi buruk, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting.

“Target utama dari kolaborasi ini adalah mencetak Generasi Emas yang sehat dan bebas stunting,” ungkapnya.

PAMA juga mengajak masyarakat, terutama ibu hamil, untuk lebih aktif memanfaatkan layanan Posyandu. Pemeriksaan secara rutin dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini potensi masalah kesehatan dan gizi pada ibu maupun anak.

“Sesuai dengan komitmen perusahaan, harapan kami, bisa membantu pemerintah menurunkan gizi buruk dan stunting,” pungkasnya. (/ADV)