BERAU TERKINI – Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memicu gangguan serius pada moda transportasi udara.
Buruknya jarak pandang di Kota Samarinda memaksa maskapai penerbangan rute Berau–Samarinda mengalami keterlambatan penerbangan (delay) pada Kamis (17/9/2026).
Padahal, kondisi langit sempat membaik beberapa hari sebelumnya.
Namun, munculnya kembali titik api karhutla membuat jarak pandang di Bandara APT Pranoto Samarinda merosot drastis hingga tersisa 400 meter.
Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menjelaskan, secara umum operasional di Bandara Kalimarau hingga siang hari masih terpantau aman.
Meski demikian, fluktuasi ketebalan asap yang muncul mendadak berdampak langsung pada jadwal penerbangan antarwilayah di Kaltim.
“Sampai siang ini penerbangan di Bandara Kalimarau berjalan lancar. Hanya saja, pesawat Wings Air rute Berau–Samarinda delay dikarenakan penurunan jarak pandang,” ungkap Patah kepada Berauterkini.
Ia mencatat jarak pandang di wilayah Berau sendiri bergerak fluktuatif di rentang 1.500-4.000 meter.
Penurunan visibilitas yang terjadi secara mendadak ini terus dipantau ketat guna mengantisipasi dampak lanjutan pada rute penerbangan lainnya.
Patah berharap perubahan cuaca dan sebaran kabut asap ini tidak meluas hingga mengganggu jadwal penerbangan maskapai lain yang melayani rute utama ke Berau.
“Sementara Wings Air, untuk SAJ (Super Air Jet) rute Balikpapan-Berau semoga tidak terdampak, sambil lihat perkembangan asap di Bandara Kalimarau,” harapnya. (*)
