BERAU TERKINI — Gerakan literasi dan pengelolaan perpustakaan merupakan instrumen vital yang berkontribusi besar dalam memajukan serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

Proses mencerdaskan generasi muda tidak hanya bertumpu pada peran guru di kelas dan lembaran buku yang dibaca semata, namun juga berkat andil besar para pengurus perpustakaan yang lihai mengelola sumber ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Plt Asisten II sekaligus Kepala BKPSDM Berau, Jaka Siswanta, yang mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih saat pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Berau Periode 2026-2030, Jumat (22/5/2026).

Agenda yang dimulai tepat pukul 08.00 WITA tersebut dihadiri berbagai instansi, mulai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), Kodim/0902 Berau, Polres Berau, Duta Baca Berau, hingga kepala sekolah dari hampir seluruh satuan pendidikan di Bumi Batiwakkal.

WhatsApp Image 2026 05 22 at 14.00.37 edited

Sebanyak kurang lebih 30 anggota pengurus resmi dikukuhkan yang ditandai dengan prosesi sakral penandatanganan berita acara serta penyerahan bendera pataka organisasi oleh Ketua ATPUSI Berau, Anis Widyastuti.

“Perpustakaan itu sangat penting sekali untuk memajukan dan mencerdaskan anak bangsa. Yang mencerdaskan anak bangsa bukan buku, tapi bapak ibu selaku pengurus itu juga ikut mencerdaskan bangsa,” ujar Jakasaat membacakan sambutan resmi Bupati.

Setiap elemen di dalam dunia pendidikan dinilai memiliki spesifikasi tugas dan kepentingan yang saling menguatkan. 

Jika para guru berkontribusi lewat metode pengajaran langsung, maka tenaga perpustakaan mengambil peran krusial lewat penyediaan variasi buku berkualitas yang siap dilahap anak-anak.

Sinergi inilah yang terbukti ampuh membantu menstimulasi kecerdasan intelektual siswa melalui terbukanya cakrawala wawasan yang luas.

Arah kebijakan literasi di Bumi Batiwakkal bahkan dilaporkan sudah semakin meluas hingga menyasar kawasan pinggiran. 

Fasilitas perpustakaan kini tidak lagi memusat di area perkotaan, tapi sudah disediakan hingga ke tingkat kampung-kampung agar bisa dijangkau warga yang bermukim di wilayah pedalaman.

“Perpustakaan ini bukan hanya untuk anak-anak didik, tapi untuk masyarakat umum juga bisa. Sehingga selain di sekolah, di kampung juga ada perpustakaan, pemerintah daerah juga menyediakan perpustakaan,” katanya.

Menempatkan perpustakaan sekolah sebagai salah satu garda terdepan sistem pendidikan daerah, Jaka memberikan catatan khusus kepada seluruh pengurus ATPUSI yang baru dilantik.

Momentum pengukuhan ini menjadi bukti para pengurus terpilih dianggap memiliki kecakapan, kemampuan yang mumpuni, serta integritas moral yang amanah untuk menggerakkan roda organisasi.

“Maju dan tidaknya perpustakaan itu ada di tangan bapak ibu sekalian, apalagi sudah menjadi pengurus Atpusi. Bapak dan ibu sekalian dianggap cakap, mampu, bisa, dan amanah untuk menjadi bagian dari kepengurusan,” tegasnya.

Jaka mengajak seluruh pengurus untuk senantiasa merapatkan barisan, membangun pola komunikasi yang sehat, serta bersama-sama melahirkan inovasi baru demi membawa ATPUSI Berau melompat ke arah yang lebih baik. 

Kesungguhan dalam memegang amanah jabatan wajib dijadikan acuan kerja nyata, di mana langkah taktis untuk bersinergi aktif dengan pemerintah daerah maupun lembaga lintas sektor harus terus diperkuat.

“Kita bersama-sama dan bersinergi dengan pemerintah daerah atau lembaga-lembaga lainnya agar Atpusi dapat maju. Mari kita bersinergi untuk perpustakaan Berau yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (*/Adv)