BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus mendorong pelestarian dan pengembangan situs budaya di Bumi Batiwakkal.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK).

Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Berau, Nurjatiah, mengatakan, salah satu fokus pengembangan saat ini berada di kawasan Keraton Sambaliung.

Menurutnya, hasil koordinasi yang dilakukan bersama BPK membawa kabar positif bagi rencana rehabilitasi bangunan bersejarah tersebut.

“Alhamdulillah setelah melakukan koordinasi dan kunjungan ke BPK, kami mendapat angin segar. Insya Allah pada anggaran perubahan nanti akan ada bantuan untuk rehabilitasi Keraton Sambaliung,” ujarnya.

Kesultanan Gunung Tabur kini menjadi Museum Batiwakkal (Ist)
Kesultanan Gunung Tabur kini menjadi Museum Batiwakkal (Ist)

Nurjatiah menjelaskan, tim dari BPK juga telah turun langsung melakukan survei lapangan selama lima hari sejak 7 Mei 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan mendata bagian-bagian bangunan yang akan direhabilitasi.

Selain Keraton Sambaliung, perhatian pengembangan budaya juga diarahkan pada Museum Batiwakkal di Gunung Tabur.

Saat ini telah dilakukan penelitian terkait pengembangan narasi sejarah, tata ruang pamer hingga integrasi lanskap museum dengan masjid tua yang berada di belakang kawasan tersebut.

“Untuk museum dibantu Kementerian Kebudayaan tahun ini. Pemerintah daerah melakukan pemugaran di bagian atas bangunan, sedangkan rehabilitasi bagian lainnya dibantu kementerian. Jadi ada kolaborasi dari pemerintah pusat, BPK provinsi, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia berharap sinergi tersebut dapat memperkuat upaya pelestarian situs budaya di Berau sekaligus meningkatkan daya tarik wisata sejarah dan budaya di daerah. (*)