BERAU TERKINI – Aturan pembatasan pembelian Pertalite maksimal 25 liter per transaksi mulai memukul mata pencaharian para sopir travel antarkota di Kabupaten Berau.
Kuota tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menopang perjalanan jarak jauh, seperti rute Berau menuju Samarinda.
Jeritan tersebut salah satunya dirasakan Andre, sopir travel rute Berau–Samarinda asal Sambaliung.
Saat ditemui di sela antrean SPBU Jalan H Isa III, Jumat (4/9/2026), ia mengaku telah mengantre sejak pukul 07.00 WITA.
Namun hingga pukul 10.00 WITA, barisan kendaraan tak kunjung bergerak.
“Dari pagi sudah, katanya jam 7. Ngantri minyak ini Pertalite 25 liter karena kan baru dibatasi 25,” ungkap Andre kepada Berauterkini.

Ia menjelaskan, untuk menempuh perjalanan dari Berau hingga Samarinda dibutuhkan sedikitnya 70 liter Pertalite.
Dengan pembatasan anyar 25 liter per hari, bahan bakar tersebut hanya cukup mengantarkan armada hingga Kecamatan Kelay.
“Berpengaruh karena kalau sekali jalannya 25 liter itu mana cukup, sampai ke Kelay aja itu,” keluhnya.
Kondisi ini memaksa para sopir mengantre selama tiga hari berturut-turut demi mengumpulkan pasokan BBM yang cukup untuk satu kali keberangkatan.
Saat kuota masih berada di angka 40 liter, armada setidaknya bisa menjangkau Kecamatan Muara Wahau di Kutai Timur sebelum mengisi ulang.
“Kalau kemarin-kemarin masih bisa 40 liter masih bisa ada yang berangkat, ini kalau 25 liter tidak cukup,” terangnya.
Situasi kian menghimpit lantaran jumlah penumpang juga tengah sepi.
Kondisi serupa diakui Rudin, sesama sopir travel, yang mengkhawatirkan operasional angkutan antarkota bakal lumpuh total jika masalah pasokan BBM dan sepinya penumpang terus berlarut.
“Tidak ada penumpang, tidak ada sudah minyak,” cetus Rudin singkat. (*)
