BERAU TERKINI – Sejumlah warga menyampaikan beragam tanggapan terkait pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau.

Sorotan tersebut muncul melalui kolom komentar media sosial Berau Terkini.

Salah seorang warga, Rini Dayat, menilai persoalan di lapangan perlu dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat. 

Menurutnya, baik petugas maupun masyarakat sama-sama membutuhkan penghidupan, sehingga pelayanan seharusnya tetap berjalan dengan mengedepankan aturan dan rasa kemanusiaan.

“Orang juga mau cari hidup, ingat kita sama-sama manusia butuh makan,” tulisnya dalam kolom komentar.

Sementara itu, komentar lain menyoroti pentingnya pengawasan terhadap petugas pengisian BBM.

Kendaraan warga yang mengantre di SPBU Bujangga, Tanjung Redeb, Senin (10/8/2026). (Adrikni/BT)
Kendaraan warga yang mengantre di SPBU Bujangga, Tanjung Redeb, Senin (10/8/2026). (Adrikni/BT)

Ars yuni Sunny menilai pelatihan saja belum tentu cukup apabila masih terdapat kebiasaan atau praktik tidak sesuai aturan di lapangan.

Ia juga menyinggung dugaan adanya pemberian uang atau kopi kepada petugas serta kerja sama dengan pelangsir dan pengantre.

Namun, komentar tersebut merupakan pendapat warga di media sosial dan belum dapat dipastikan sebagai fakta tanpa adanya verifikasi lebih lanjut.

“Intinya selama petugas pengisian orangnya masih itu-itu juga, percuma ada pelatihan,” tulisnya.

Sorotan lainnya datang dari Hera Lita yang meminta agar kendaraan yang melakukan pengisian BBM turut didata secara ketat. 

Ia menilai pencatatan nomor polisi kendaraan dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah kendaraan keluar-masuk berulang kali dalam waktu tertentu.

“Motor itu juga platnya dicatat, perlu biar nggak bolak-balik juga,” tulisnya.

Beragam komentar tersebut menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap transparansi dan ketertiban dalam pelayanan BBM. 

Warga berharap pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pelatihan petugas, tetapi juga disertai sistem pencatatan, pemantauan, serta evaluasi yang konsisten.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan pelayanan yang transparan, masyarakat berharap distribusi BBM dapat berjalan lebih tertib dan adil, sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan di lapangan. (*)