BERAU TERKINI – Tingginya kebutuhan pelayanan pasien cuci darah atau hemodialisa di RSUD dr Abdul Rivai menyisakan keresahan bagi Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Rumah sakit plat merah ini tidak hanya melayani pasien lokal Berau, namun juga menjadi tumpuan bagi calon pasien dari wilayah tetangga seperti Tarakan, Bulungan, hingga Kutai Timur.
Kondisi overkapasitas ini membuat daftar tunggu pasien terus mengular, sehingga sebagian dari mereka terpaksa harus dialihkan ke ibu kota provinsi.
“Banyak pasiennya cuci darah, dari luar kota terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit lain,” terang Gamalis saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Gamalis, manajemen rumah sakit sudah sepatutnya menambah kapasitas tempat tidur khusus untuk pelayanan hemodialisis.
Saat ini, ruangan yang tersedia hanya mampu menampung delapan tempat tidur, jumlah yang dinilai jauh dari kata ideal untuk memaksimalkan pelayanan.
“Itu harus ditambah, dicari ruangan yang bisa dijadikan tempat baru,” tegasnya.
Dalam inspeksi mendadaknya ke RSUD dr Abdul Rivai baru-baru ini, Gamalis sempat melihat adanya ruang kosong yang secara kasat mata bisa disisipi alat baru.
Namun, skema tersebut tidak bisa dieksekusi karena akan melanggar regulasi medis mengenai tata ruang perawatan pasien.
“Karena ada standar yang memang harus dipatuhi,” kata Gamalis.
Sebagai solusi taktis, Gamalis menyarankan manajemen memanfaatkan ruangan di Gedung Walet yang dinilai representatif untuk dikonversi menjadi ruang hemodialisa tambahan.
Meski demikian, rencana pemindahan ini masih menyisakan kendala infrastruktur, yakni belum tersedianya fasilitas lift untuk memobilisasi pasien secara cepat.
“Semoga dengan pengelolaan kas yang baik, fasilitas ini bisa ditambahi,” harapnya.
Ironisnya, kendala utama mandeknya perluasan layanan ini murni hanya masalah ketersediaan ruangan yang sesuai standar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah unit mesin hemodialisa dan tenaga kesehatan yang kompeten sebenarnya sudah tersedia, namun belum bisa difungsikan secara optimal.
“Karena semua sudah siap, tinggal ruangannya saja,” tutup Gamalis. (*/Adv)

